
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, menegaskan dukungannya terhadap langkah Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, keberadaan Ditjen Pesantren sangat strategis dalam meningkatkan kecerdasan anak bangsa melalui peran penting pondok pesantren.
"Keberadaan dari Ditjen Pesantren sangat menolong untuk program pembangunan peningkatan kecerdasan anak bangsa. Maka saya termasuk orang yang sangat setuju untuk percepatan dari pembentukan Ditjen Pesantren, apalagi hari ini kita mengetahui ada satu ditjen yang sudah dilepas yaitu Ditjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah)," kata Selly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).
Ia menilai, pembentukan Ditjen Pesantren seharusnya sudah dilakukan sejak lama, terlebih Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sudah hadir sebagai landasan hukum yang kuat.
"Implementasinya itu, sebetulnya agak terlambat. Seharusnya dari beberapa tahun yang lalu sudah dibuat Ditjen Pesantren," ucap Selly.
Selain itu, Selly juga menyoroti aspek anggaran yang dialokasikan untuk pesantren. Ia mendorong Kemenag agar memperhatikan secara serius kebutuhan finansial pesantren, sehingga pengembangan lembaga pendidikan berbasis agama ini dapat lebih optimal.
Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyampaikan pihaknya tengah mengebut pembentukan Ditjen Pesantren. Ia berharap, kehadiran Ditjen baru tersebut dapat menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2025 mendatang.
"Kalau bisa menjadi kado untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober yang akan datang. Kementerian Agama kehilangan Ditjen Haji, tetapi bisa menambah Ditjen Pesantren," ujar Wamenag Muhammad Syafii, Senin (22/9).
Syafii menekankan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian lebih pada dunia pesantren. Baginya, pesantren selama ini telah memainkan peran vital dalam pendidikan, dakwah, serta pembinaan umat.
"Pesantren adalah kekuatan pendidikan yang perlu mendapat dukungan kelembagaan yang lebih kokoh," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
