Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 02.05 WIB

Komisi VIII DPR Dorong Percepatan Pembentukan Ditjen Pesantren Jelang Hari Santri 2025

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (Istimewa) - Image

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (Istimewa)

JawaPos.com - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, menegaskan dukungannya terhadap langkah Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, keberadaan Ditjen Pesantren sangat strategis dalam meningkatkan kecerdasan anak bangsa melalui peran penting pondok pesantren.

"Keberadaan dari Ditjen Pesantren sangat menolong untuk program pembangunan peningkatan kecerdasan anak bangsa. Maka saya termasuk orang yang sangat setuju untuk percepatan dari pembentukan Ditjen Pesantren, apalagi hari ini kita mengetahui ada satu ditjen yang sudah dilepas yaitu Ditjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah)," kata Selly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).

Ia menilai, pembentukan Ditjen Pesantren seharusnya sudah dilakukan sejak lama, terlebih Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sudah hadir sebagai landasan hukum yang kuat.

"Implementasinya itu, sebetulnya agak terlambat. Seharusnya dari beberapa tahun yang lalu sudah dibuat Ditjen Pesantren," ucap Selly.

Selain itu, Selly juga menyoroti aspek anggaran yang dialokasikan untuk pesantren. Ia mendorong Kemenag agar memperhatikan secara serius kebutuhan finansial pesantren, sehingga pengembangan lembaga pendidikan berbasis agama ini dapat lebih optimal.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyampaikan pihaknya tengah mengebut pembentukan Ditjen Pesantren. Ia berharap, kehadiran Ditjen baru tersebut dapat menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2025 mendatang.

"Kalau bisa menjadi kado untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober yang akan datang. Kementerian Agama kehilangan Ditjen Haji, tetapi bisa menambah Ditjen Pesantren," ujar Wamenag Muhammad Syafii, Senin (22/9).

Syafii menekankan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian lebih pada dunia pesantren. Baginya, pesantren selama ini telah memainkan peran vital dalam pendidikan, dakwah, serta pembinaan umat.

"Pesantren adalah kekuatan pendidikan yang perlu mendapat dukungan kelembagaan yang lebih kokoh," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore