
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dalam KITT Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di PBB, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kisah kelam masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia, saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9).
Prabowo menyebut, Indonesia memahami penderitaan akibat penindasan kolonial selama berabad-abad. Ia bahkan menuturkan rakyat Indonesia pernah diperlakukan lebih rendah dari binatang di tanah air sendiri.
“Negara saya tahu rasa sakit ini. Selama berabad-abad, orang Indonesia hidup di bawah dominasi, penindasan, dan perbudakan kolonial. Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah air kami sendiri. Kami orang Indonesia tahu apa artinya tidak mendapatkan keadilan,” kata Prabowo.
Ia menambahkan, pengalaman pahit itu membuat Indonesia mengerti rasanya hidup dalam kemiskinan, serta tidak mendapatkan hak yang sama. Namun, semangat solidaritas telah membantu bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan.
“Kami juga tahu apa yang dapat dilakukan oleh solidaritas dalam perjuangan kami untuk meraih kemerdekaan, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan,” tegasnya.
Prabowo turut menyinggung peran penting PBB dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Ia menyebut legitimasi dan dukungan internasional dari forum tersebut menjadi fondasi kuat bagi lahirnya Indonesia sebagai negara berdaulat.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama Indonesia dan memberikan bantuan yang sangat penting bagi kami. Keputusan-keputusan yang diambil di sini berdasarkan solidaritas kemanusiaan oleh dewan keamanan dan majelis ini memberikan Indonesia kemerdekaan, legitimasi internasional,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan Indonesia kini berdiri sebagai bangsa yang lebih sejahtera dan bermartabat, berkat perjalanan panjang yang ditempa oleh penderitaan sekaligus dukungan internasional.
“Dan karena itu, Indonesia saat ini berdiri di puncak kemakmuran bersama serta kesetaraan dan martabat yang lebih besar,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
