
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni saat mengikuti Rapat dengan KPK di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni, Anggota Komisi I DPR RI, bersama dengan Nafa Urbach, Anggota Komisi IX DPR RI. Keputusan ini mulai berlaku efektif pada Senin 1 September 2025.
Pengumuman itu disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. "Dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim, dalam keterangan pers, Minggu (31/8).
Hermawi menegaskan, keputusan tegas ini merupakan bentuk tanggung jawab politik NasDem untuk menjaga marwah partai serta kepercayaan masyarakat. Menurutnya, setiap langkah politik harus berpijak pada aspirasi rakyat sebagaimana amanat UUD 1945.
"Mencermati dinamika masyarakat yang sedang berkembang saat ini, Ketua Umum DPP Partai NasDem H. Surya Paloh dengan ini menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tegas Hermawi.
Dengan penonaktifan ini, muncul pertanyaan soal siapa yang akan menggantikan posisi Sahroni dan Nafa Urbach di parlemen. Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) akan diberlakukan.
PAW dilakukan jika anggota DPR meninggal dunia, mengundurkan diri, dinonaktifkan, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota dewan. Dalam mekanisme PAW, kursi yang kosong akan diisi oleh calon legislatif dengan perolehan suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan (dapil) yang sama.
Ahmad Sahroni sendiri berasal dari Dapil DKI Jakarta III, yang meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Pada Pemilu 2024 lalu, selain Sahroni, ada tujuh caleg NasDem lain yang turut maju dari dapil yang sama. Mereka adalah Surya Tjandra (5.742 suara), Tandjung Lily Indrawati (4.628 suara), Ilal Ferhard (2.284 suara), Yusriah Dzinnun (21.238 suara), Nazamuddin Umar (1.424 suara), Millie Lukito (885 suara), dan Robi Nurhadi (1.499 suara).
Melihat perolehan suara tersebut, Yusriah Dzinnun berpotensi besar menggantikan posisi Ahmad Sahroni melalui mekanisme PAW. Yusriah merupakan caleg NasDem dengan perolehan suara terbanyak kedua setelah Sahroni di dapil tersebut.
Penonaktifan Sahroni tidak lepas dari polemik ucapannya yang menyebut orang-orang yang ingin membubarkan DPR sebagai "paling tolol sedunia". Ucapan itu memantik kemarahan publik, hingga rumahnya di kawasan Swasembada, Tanjung Priok, dijarah massa yang geram dengan pernyatannya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
