
Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan.
JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menanggapi rencana pembentukan 500 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan sebaiknya tetap ditangani oleh kementerian teknis dan masyarakat sipil, bukan dialihkan ke struktur militer.
Daniel menilai penguatan sektor pertanian lebih tepat diarahkan pada pemberdayaan petani, modernisasi sistem distribusi, peningkatan produktivitas lahan, serta pengembangan teknologi pertanian.
“Urusan ketahanan pangan sebaiknya jangan dialihkan ke struktur militer,” kata Daniel kepada wartawan, Selasa (26/8).
Ia menekankan, pendekatan pembangunan pangan harus berbasis masyarakat dengan menyasar langsung kelompok tani, nelayan, dan peternak agar manfaatnya nyata, serta berkelanjutan.
Menurutnya, kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, maupun BUMN di bidang pangan memiliki kompetensi langsung dalam pengelolaan produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga pangan.
Sebab, pemerintah menargetkan pembangunan 500 batalyon teritorial pembangunan dalam lima tahun, dengan 100 batalyon dibentuk setiap tahunnya. Yonif TP merupakan satuan multifungsi di bawah Kementerian Pertahanan yang dirancang untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendukung sektor strategis, termasuk pangan, kesehatan, dan energi.
Meski begitu, Daniel mengingatkan agar kompi produksi pertanian, perikanan, maupun peternakan yang dijalankan militer difungsikan sebagai perpanjangan tangan kementerian teknis.
“Dengan mekanisme ini, program ketahanan pangan akan lebih tepat sasaran, efektif, dan berbasis partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan sipil memungkinkan adanya pengawasan anggaran yang lebih transparan serta pengukuran kinerja yang jelas dan berkesinambungan.
“Sehingga pembangunan sektor pangan benar-benar mendukung kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
