Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 02.20 WIB

Fokus Atasi Masalah di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Ngaku Tak Ambisi jadi Gubernur Jakarta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya tak memiliki ambisi untuk menjadi Gubernur Jakarta. Dia menegaskan pada saat ini dirinya hanya berfokus untuk mengatasi masalah yang ada di Jawa Barat. 

Hal ini disampaikannya langsung pada Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di YouTube seperti dilihat pada Selasa (5/8).

“Konten itu jangan kan jadi kendaraan politik, kendaraan bisnis aja bisa. Ya saya pokoknya hari ini saya berfokus pada menyelesaikan seluruh problematika Jabar,” kata Dedi Mulyadi.

“Bahkan saya nggak punya cita-cita jadi gubernur Jakarta. Nggak punya. Gubernur Jawa Barat aja,” imbuhnya.

Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan apa yang terjadi ke depannya. Pasalnya, dia berujar setiap perjalanan hidup pasti ada kemungkinannya, termasuk menjadi Gubernur Jakarta.

“Ya nanti gimana nanti aja. Setiap hidup kan ada kemungkinan,” jelas dia.

Di sisi lain, dia mengaku bingung lantaran dirinya yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan berbahasa Sunda ketika mengunjungi kampung-kampung. Namun, yang seringkali menyerangnya malah masyarakat yang berdomisili di Jakarta.

“Tapi yang nyerangnya dong misalnya Jakarta semua. Kayaknya saya ini menarik,” ungkap eks Bupati Purwakarta ini.

Jauh dari itu, dia bercerita bahwa seringkali konten yang dia unggah ditonton hingga disukai masyarakat.

Hal berbeda dengan politikus yang seringkali menggunakan Dinas Informasi dan Komunikasi untuk mengunggah konten. Namun hal itu tak menjadi jaminan konten mereka akan seperti dirinya yang banyak ditonton.

“Tinggal persoalannya ada yang nonton dan ada yang nggak nonton. Kalau nggak ada yang nonton jangan marah ke saya dong. Marahin tuh Dinas Informasi Komunikasinya Kenapa kontennya tidak ada yang nonton?,” jelasnya. 

Dia pun mengungkapkan bahwa setiap harinya dirinya tak pernah melibatkan Dinas Informasi dan Komunikasi. Berdasarkan aspek kepentingan seluruh gagasan yang disampaikan kepada masyarakat, media konten yang diproduksinya, menurutnya sudah cukup.

Ditambah, seringkali media mainstream mengambil kontennya untuk dijadikan bahan berita. Dia menganggap tindakan ini malah sangat amat membantunya.

“Ya Alhamdulillah kita dibantu. Ada yang bantu, ada yang menjerumuskan. Tapi yang menjerumuskan juga kan yang nontonnya tetap banyak, yang komennya banyak positifnya,” tutupnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore