Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 20.55 WIB

Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning Sebut Tak Ada Anak Tukang Kayu jadi Presiden Tanpa Peristiwa Kudatuli

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning Proletariyati usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/2). (IST) - Image

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning Proletariyati usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/2). (IST)

JawaPos.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menyatakan peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan Kudatuli merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan reformasi di Indonesia. Menurutnya, tanpa insiden berdarah tersebut, mustahil rakyat kecil bisa menembus kekuasaan eksekutif dan legislatif, termasuk menjadi presiden.

“Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak buruh menjadi anggota DPR. Tidak ada 27 Juli, (Sejarawan) Bonnie Triyana tidak jadi anggota DPR. Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak petani jadi gubernur,” kata Ribka saat memperingati peristiwa Kudatuli di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (27/7).

Ribka juga menyebut, lahirnya seorang presiden dari keluarga sederhana seperti anak tukang kayu tidak mungkin terjadi tanpa peristiwa Kudatuli. Namun, ia tak mengungkap secara rinci siapa sosok tersebut.

“Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak tukang kayu jadi presiden. Walaupun sekarang sudah error. Ya, itu nasib namanya,” ucap Ribka.

Ia menegaskan, Kudatuli adalah pemantik utama lahirnya gerakan reformasi dan demokratisasi yang membuka jalan bagi rakyat dari latar belakang biasa untuk bisa memimpin negeri. 

“Tanpa Kudatuli, tanpa 27 Juli tidak ada reformasi. Tidak ada demokratisasi yang kita perjuangkan. 27 Juli tonggak reformasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ribka juga menyampaikan keprihatinan terhadap sebagian kader PDIP yang menurutnya sudah mulai melupakan sejarah perjuangan partai.

Ia menyoroti generasi baru yang tak memahami peristiwa Kudatuli sebagai bagian penting dari identitas politik partai.

“Kita minta DPP lebih selektif menilai kader. Jangan sampai ada yang menikmati kemenangan tetapi lupa perjuangan berdarah-darah," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore