
Michael Wattimena baru saja diumumkan menjadi Komisaris PT Pertamina International Shipping. (Istimewa)
JawaPos.com - Politisi Partai Demokrat Michael Wattimena memutuskan mundur dari kepengurusan partai. Keputusan itu dia ambil setelah ditunjuk menjadi Komisaris PT Pertamina International Shipping. Sebelumnya dia menjabat sebagai Ketua Departemen VII Bidang Pangan DPP Partai Demokrat.
Pengumuman tersebut disampaikan Michael Wattimena dalam keterangannya Minggu (20/7). Sebelumnya dia pernah menjadi anggota DPR periode 2009 sampai 2019 dari Fraksi Partai Demokrat. Saat di Senayan, dia pernah menjabat sebagai pimpinan Komisi IV dan Komisi V.
Pria kelahiran 12 Januari 1969 itu ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina International Shipping Keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Pertamina Holding, Jakarta pada Selasa (8/7) lalu.
Selain itu di percaya oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM bidang Negosiasi, Diplomasi, Kerjasama Mineral dan Batu Bara. Jabatan ini dia emban sejak April lalu.
"Semenjak di berikan amanah sebagai Komisaris Pertamina saya melepas posisi pengurus Partai Demorkat .Tentunya sangat berat mundur dari partai yang memberikan peluang menjadi seorang politisi dan anggota DPR RI," tegas Michael.
Dalam kesempatan itu, dia mengucapakan terima kasih kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)atas nasehat dan bimbingannya selama ini. "Begitu juga Pak Ketum Mas AHY kepercayaannya menjadi pengurus DPP dan Mas Ibas," ujarnya.
Menurut dia posisi amanah atau jabatan adalah hal yang sangat penting. Termasuk menjaga kepercayaan yang sudah diberikan. Michael mengatakan, dirinya mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menuntaskan tugas mulia mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di Kementerian ESDM dia bertugas untuk mengawal dan memastikan aliran listrik sampai ke daerah-daerah. Kemudian juga memastikan nelayan mendapatkan pasokan energi atau solar untuk melaut. Dia mengungkapkan anak-anak di Raja Ampat, Maluku, hingga Alor yang menunggu aliran listrik layaknya menunggu mimpi.
Kemudian terkait tugasnya sebagai Komisaris di Pertamina International Shipping, mengawal jalur nadi distribusi energi ke seluruh kepulauan. Baginya, energi bukan sekadar kilowatt dan kapal tanker. "Energi adalah urusan hidup dan mati pembangunan," tandasnya. Michael paham jika distribusi energi lemah, maka keadilan tinggal janji.
Sebagai anak dari Indonesia Timur, dia mengatakan akses pembangunan harus merata. Distribusi energi juga harus dirasakan masyarakat di pelosok Indonesia, termasuk di Indonesia bagian timur. (wan)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
