Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), Lisa menceritakan kisah pilunya sambil menangis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).(ist)
JawaPos.com - Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), Lisa tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan kisah pilunya di hadapan para Anggota Komisi XIII DPR RI. Ia mengaku, dirinya diambil dari keluarga oleh Jansen Manansang dan instrinya, selaku pendiri Oriental Circus Indonesia (OCI).
"Sekitar tahun 76, saya diambil dari keluarga saya oleh Pak Jansen dan istri, saya nggak ngerti waktu itu ada negosiasi seperti apa, saya dibawa naik mobil sama Pak Jansen, saya di bawa di Balikpapan saat itu, di Jalan Balikpapan, daerah Petojo," kata Lisa saat membagikan kisah pilunya sambil menangis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).
Lisa mengungkapkan, dirinya di bawa ke tempat permainan sirkus. Ia menyatakan dirinya yang saat itu masih anak-anak sangat takut dengan kondisi tersebut. Pasalnya, para pemain sirkus itu mayoritas anak-anak.
"Saya di bawa ke sirkus, saya disuru nonton, saya takut, lihat anak kecil kok banyak sekali, saya takut, saya minta pulang saat itu, saya nangis, tapi nggak dikasih. Saya nangis, saya cari mamah saya, sampai akhirnya saya cape pada saat itu," ungkap Lisa.
"Saya tertidur, bangun jam 6 dan lihat banyak kakak-kakak dan seumuran. Mereka berlatih dan saya pun dilatih saat itu dengan kekerasan, saya nangis, saya minta pulang, saya selalu mencari mamah," sambungnya.
Sampai berjalannya waktu, Lisa mengaku lelah menanyakan untuk bisa bertemu orang tuanya. Ia pun berlatih bersama rekan-rekannya di Oriental Circus Indonesia (OCI). Namun, setiap ada masalah, dirinya bersama teman-teman selalu disiksa.
"Setiap ada masalah kita dipukul, ditabok, ditendang, ditonjok, disambit pake sendal pak Jansen, sendal kayu, pake bakiak," cetus Lisa.
Lisa bercerita, saat usianya menginjak 12 tahun, sempat menanyakan untuk bisa dipertemukan dengan orang tuanya. Namun, hal itu pun tidak terealisasi.
"Setelah usia saya 12 tahun, saya juga minta kepada Pak Toni untuk dipertemukan dengan keluarga saya. Tapi Toni bilang, nanti suatu saat kalau sudah waktunya akan dipertemukan," ujar Lisa.
"Setelah 15 tahun, saya juga minta lagi dengan Ibu Jansen, kita manggil dia Sao Sao. Sao saya kepengen ketemu orang tua saya, dimana orang tua saya," ungkap Lisa menirukan pembicaraannya saat itu.
Lisa tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan bahwa dirinya dijual untuk bermain sirkus. Hal itu diketahui saat dirinya menanyakan kepada istri Jansen.
"Sao terus bilang, kamu itu dijual. Kamu itu anak yang dijual, saya sedih pada saat itu," urai Lisa sambil menangis.
Baca Juga: Komnas HAM Beberkan 4 Pelanggaran HAM Oriental Circus Indonesia yang Menyasar Anak-anak Sejak 1997
Kisah pilu lainnya, lanjut Lisa, saat dirinya hendak meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena usianya sudah menginjak 17 tahun. Namun, upaya permintaan kartu identitas itu juga tidak membuahkan hasil yang manis.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
