
Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (16/3/2024).
JawaPos.com - Pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam mengatakan, berdasarkan perkembangan penghitungan rekapitulasi suara tingkat nasional yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa dipastikan tidak akan ada putaran kedua di Pilpres 2024.
Menurutnya, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka sudah dipastikan menang Pilpres 2024 sekali putaran dengan meraih suara di atas 50 persen.
Untuk itu, ia mendorong paslon 01, Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan paslon 03, Ganjar Pranowo - Mahfud MD bisa segera menerima hasil penghitungan pilpres versi KPU sekaligus mempersiapkan diri untuk rekonsiliasi nasional.
“Saya kira ego politisi kita masih kelewat tinggi, bahwa pilpres ini siapapun yang berkontestasi di pilpres itu seharusnya menyadari resiko tentang kekalahan, gak mungkin kan semuanya bisa menang, pasti ada pihak yang kalah ada pihak yang menang,” ujar Surokim, Senin (18/3).
Dikatakan Surokim, masyarakat akan mengapresiasi pihak yang kalah tetapi mau mengakui keunggulan lawan, sebab yang diperlukan saat ini adalah sifat kedewasaan politik dan kenegarawanan dari para kandidat yang kalah tersebut.
“Tetapi kalah secara terhormat juga penting, menang secara terhormat juga penting, hari-hari ini yang diperlukan oleh publik sebenarnya itu menebar sifat kenegarawanan dan lebih banyak mengedukasi publik,” ucapnya.
Mengenai tuduhan kecurangan yang dilontarkan oleh kubu yang kalah, Surokim mengatakan proses Pilpres 2024 ini diawasi oleh banyak pihak baik oleh masyarakat, media, lembaga survei bahkan oleh dunia internasional.
Surokim mengatakan, meskipun dalam pelaksanaan pemilu masih terdapat kekurangan, tetapi para pihak yang menuduh curang itu juga perlu melihat kerja keras para Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari atas sampai tingkat paling bawah yang sudah berusaha bekerja secara baik dan profesional.
“Bahwa pemilu negeri ini diawasi oleh banyak pihak, diawasi oleh media diawasi oleh publik, saya juga yakin bahwa ada ketidaksempurnaan ada bolong-bolongnya, tetapi kita wajib mendorong KPU ke depan bisa profesional diberikan kepercayaan lah, jaga perasaan para ketua TPS, ketua KPPS-KPPS itu,” paparnya.
Lebih lanjut Surokim mengatakan, kemenangan Prabowo – Gibran itu sangat tebal dan meyakinkan sehingga berlebihan apabila sampai menuduh terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurutnya hak konstitusi untuk melaporkan dugaan kecurangan oleh kubu pasangan 01 atau 03, namun Surokim menganggap hal itu kontraproduktif.
“Kelasnya Mas Anies, kelasnya Mas Ganjar seharusnya sudah memasuki fase sebagai negarawan, kita ini sudah berpengalaman mengadakan pemilu bukan kali ini saja sejak reformasi sudah belajar pada pemilu berkali-kali, yang perlu diingat itu masyarakat sekarang sudah cerdas, hal-hal itu sifatnya kontraproduktif,” tuturnya.
Lebih lanjut Surokim mengatakan kubu Anies – Muhaimin yang akan mengerahkan 1.000 pengacara ke MK atau Ganjar – Mahfud yang akan menghadirkan seorang kapolda sebagai saksi atas kecurangan pemilu dianggap di luar nalar.
Pasalnya, kemenangan Prabowo – Gibran itu cukup kuat, sementara untuk membuktikan kecurangan dinilai cukup sulit, kecuali selisih suaranya tipis mungkin masih bisa dilakukan.
“Kalau sampai menghadirkan 1.000 pengacara kesannya jadi hiperbolis, kesannya itu menurut pandangan saya mengada ada, saya berpikir begini ya namanya terstruktur sistematis masif itu kalau perbedaannya itu tipis, bagaimana bisa terstruktur sistematis dan masif kalau kemudian jaraknya sangat jauh,” ungkapnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
