MERAKYAT DAN BERANI: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD resmi dipasangkan sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024 pada Rabu (18/10). (Foto : Tim Media Ganjar Pranowo)
JawaPos.com-Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen mempercepat penataan lingkungan yang adil dan lestari untuk menyelamatkan generasi mendatang jika terpilih pada Pilpres 2024.
’’GP-MMD bertekad mendorong keadilan lingkungan dalam pengelolaan SDA dan adil bagi generasi mendatang,” kata juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Deddy Sitorus kepada wartawan, Selasa (7/11).
Deddy menyebut, Ganjar-Mahfud berkomitmen dalam penataan lingkungan yang adil dan lestari. Ia menyadari, masalah lingkungan hidup kini sudah mulai menjadi sorotan berbagai golongan, terutama anak-anak muda.
"Karena ini menyangkut masa depan. Tentu akan sangat baik jika mereka terlibat dan dilibatkan karena mereka punya kepedulian dan cara pandang yang baru,” ungkap Deddy.
Karena itu, untuk menyelematkan generasi mendatang, Ganjar-Mahfud sudah memiliki program lingkungan hidup yang tertuang dalam visi misi. Beberapa di antaranya adalah peningkatkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Ganjar-Mahfud juga memiliki misi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, harmoni hutan untuk keseimbangan, adaptasi dan mitigasi krisis iklim, penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), dan kampung sadar Iklim.
Sedangkan untuk program ekonomi hijau, lanjut Deddy, pasangan yang diusung oleh PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura itu akan fokus pada transisi energi, desa mandiri energi, limbah jadi berkah, dan ekonomi sirkuler.
Adapun pada program ekonomi biru, Ganjar-Mahfud akan fokus pada tata kelola laut yang inklusif dan berkelanjutan, akselerasi 11 potensi maritim, penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan zonasi.
Dari visi misi tersebut, Deddy berharap banyak anak muda yang mendukung pasangan Ganjar-Mahfud demi lingkungan hidup yang berkelanjutan. "Mempercepat penataan lingkungan yang adil dan lestari," tegas Deddy.
Sementara itu, Ganjar Pranowo dalam beberapa kesempatan mengajak masyarakat untuk menangkap peluang pengembangan ekonomi biru dan hijau untuk memajukan Indonesia. Hal itu disampaikan Ganjar saat mengisi kuliah kebangsaan ‘Kreativitas dan Produktvitas Generasi Muda Untuk Indonesia Emas 2045’ di Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Senin (16/10).
Di hadapan 4.000 mahasiswa baru UM, Ganjar memaparkan data Kemenkeu yang menunjukkan bahwa tahun 2022 hanya 2,8 persen kontribusi kelautan dan perikanan pada Produk Domestik Broto (PDB).
Padahal, kata Ganjar, sebanyak 62 persen wilayah Indonesia adalah laut. Sehingga generasi muda bisa memanfaatkan peluang pengembangan ekonomi biru ini untuk mewujudkan sustainable fishery dengan keahlian digitalnya. ’’Maka penangkapan ikan harus terukur. Dunia digital bisa melakukan itu, bagaimana seluruh instrumen kita gunakan dan akhirnya kita akan wise,” ucap Ganjar.
Masih di sektor ekonomi biru, Ganjar memaparkan mahasiswa juga bisa berkontribusi memajukan pariwisata Indonesia. Apalagi kontribusi pariwisata Indonesia pada Gross Domestic Product (GDP) baru 5 persen, masih kalah dengan Thailand yang berhasil mencapai 12 persen dan Spanyol 14 persen.
Menurut Ganjar, ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata agar sektor ini makin maju dan kontribusinya pada GDP semakin besar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
