Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2023 | 22.15 WIB

Gara-gara Pasang Bendera Partai, Kader PDIP Diduga Dipukul Ketua DPC Gerindra

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS - Image

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

JawaPos.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Semarang, Jaw Tengah diduga mengalami pemukulan oleh Ketua DPC Partai Gerindra. Peristiwa ini terjadi di di Kelurahan Bandara, Semarang Utara, pada Jumat (8/9) sekitar Pukul 21.45 WIB.
 
Dalam video CCTV yang beredar, terlihat seorang pria memasuki sebuah rumah. Hanya dalam hitungan detik, warga pun langsung berkerumun dan berusaha menarik pria tersebut dari luar pagar. 
 
Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, saat itu kadernya yang tengah berada di rumah mendadak didatangi oleh Ketua DPC Gerindra. Tanpa basa basi, pelaku diduga langsung memukul korban.
 
"Ada kawan kami warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Bandara, Semarang Utara, yang didatangi oleh Ketua DPC Gerindra. Kemudian tanpa babibu, Ketua Gerindra yang juga anggota DPRD kota Semarang itu memukul kader kami," kata Hendrar di kawasan Senen, Jakarta, Sabtu (9/9).
 
 
Pemukulan didasari oleh tindakan kader PDIP memasang bendera partai di sekitar perkampungan yang ditinggali Ketua DPC Gerindra Semarang tersebut. Peristiwa ini lalu dilaporkan Hendrar kepada Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
 
"Perintah dari Pak Sekjen pagi hari ini pertama kami diminta untuk meredam emosi kawan-kawan supaya di Semarang itu tidak terjadi sebuah pertikaian yang keras antara dua partai kami dan Gerindra," ucap dia.
 
Sekjen pun meminta kepada jajaran PDIP Semarang untuk melaporkan persoalan tersebut ke ranah hukum. "Jadi kami akan segera laksanakan segera setelah acara ini kita lakukan dua perintah Pak Sekjen itu. Meredam emosi kawan-kawan dan juga melaporkan kasus ini ke kepolisian," jelasnya.
 
 
Sementara, Hasto mengatakan, peristiwa ini menjadi sangat penting untuk menunjukan kualitas demokrasi yang beradab dan demokrasi yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Demokrasi tidak boleh mengedepankan suatu emosi, apalagi memaksakan kehendak.
 
"Dari hal yang sederhana, melempar handphone saja itu tidak diizinkan dalam alam demokrasi yang baik, apalagi melakukan suatu tindak kekerasan, karena itulah kami sangat menyesalkan terhadap suatu-suatu tindakan arogansi apalagi menggunakan intimidasi menggunakan kekerasan, itu tidak boleh di dalam alam demokrasi kita," ucap Hasto.
 
Lebih jauh, Hasto memerintahkan kadernya agar bertindak gegabah. Penyelesaian secara hukum lebih baik, dan dibenarkan secara konstitusi.
 
"Dalam politik itu akal sehat harus dikedepankan, dalam politik itu senyum harus dikedepankan. Sehingga apa yang dilakukan oleh Pak Hendi, kami memberikan dukungan sepenuhnya," tutup Hasto.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore