Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Mei 2023 | 05.11 WIB

Anas Sebut yang Terjadi Saat Ini Hanya Dinamika Politik, Bukan Upaya Saling Mematikan

Anas Urbaningrum berpidato saat menghadiri Halal bihalal dan Silaturahmi Nasional III Jaringan Internasional (JARI) Di Jakarta, Minggu (21/5/2023).

JawaPos.com-Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meyakini tidak ada upaya untuk mematikan peluang dalam kontestasi Pilpres 2024. Ia mengaku, dirinya tidak peranah melihat ada upaya untuk mematikan politik dalam kontestasi Pemilu 2024 ke depan.

"Pilpres tidak ada yang perlu dimatikan peluangnya, tidak ada yang perlu dibunuh kesempatan politiknya, dibunuh di tengah jalan, apalagi belum jalan. Dulu ada yang merasa ada hantu, belum jalan pun sudah dibunuh, bukan belum jalan, belum ada rencana jalan," kata Anas saat menyampaikan pidato politik dalam acara 'Silaturahmi Nasional Jaringan Indonesia (Jari) di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (21/5).

Mantan terpidana kasus korupsi itu mengaku selalu memantau isu politik saat dirinya masih berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Ia menekankan, sejauh ini belum ada upaya dalam jegal-menjegal dalam urusan Pilpres 2024.

"Sejauh ini saya melihat dari jauh di Bandung, sekarang agak dekat di Jakarta, tidak ada tanda-tanda yang mematikan peluang, atau mematukan seseorang," ucap Anas.

Menurut Anas, yang terjadi saat ini hanya dinamika politik dalam upaya pembentukan koalisi partai politik. Terlebih, sampai saat ini belum ada capres-cawapres yang sah secara definitif didaftarkan ke KPU RI.

"Yang terjadi adalah tarik menarik pembentukan koalisi, dan upaya untuk mensimulasi pasangan-pasangan. Mensimulasi pasangan yang paling mungkin, yang sampai sekarang belum jelas, baru para bakal belum ada status yang definitif capres dan cawapres," ungkap Anas.

Meski demikian, Anas menyebut jika ada keinginan untuk mematikan politik situasi saat ini bukan hal yang sulit. Namun, hal itu sampai saat ini tidak terlihat. "Menurut saya dalam keadaan sekarang ini, kalau ada upaya untuk itu, ada niat atau upaya untuk mematikan peluang, upaya untuk mematikan seseorang itu tidak sulit. Tetapi itu tidak terjadi, dan menurut saya itu tidak dilakukan, karena situasinya masih pada kompetisi politik, tidak ada yang dibunuh dan dimatikan kesempatan politiknya," urainya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore