Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 April 2023 | 03.33 WIB

APBN Jadi Jaminan KCJB, Cak Imin Minta Luhut Tolak Permintaan Tiongkok

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato pada acara PKB Road To Election 2024 di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Acara ini dihadiri oleh para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari seluruh wilayah di - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato pada acara PKB Road To Election 2024 di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Acara ini dihadiri oleh para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari seluruh wilayah di

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendukung sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan terkait kebijakan terbaru investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). 

Luhut diketahui menolak permintaan Tiongkok yang bersikeras ingin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi penjamin pinjaman utang proyek KCJB.

"Saya kira bagus (keputusan Luhut menolak permintaan Cina jadikan APBN sebagai penjamin utang KCJB). Risikonya terlalu besar kalau sampai APBN kita tersandra," kata Ketua Umum PKB yang akrab disapa Cak Imin kepada wartawan, Jumat (14/4).

Cak Imin juga menegaskan, pemerintah harus lebih tegas dan memastikan proyek KCJB benar-benar business to business. Sehingga seharusnya tidak membebani APBN sama sekali.

"Yang perlu dipastikan itu proyek KCJB seharusnya B2B, saya kira cukup lah dana PMN disuntikkan, jangan lagi bebani APBN lagi sebagai penjamin investasi," tegasnya.

Lebih lanjut Cak Imin menambahkan, jika APBN digunakan sebagai penjamin utang proyek KCJB, maka fiskal akan terbebani hingga puluhan tahun untuk membayar beban utang proyek itu.

"Padahal kita tahu masih banyak diperlukan investasi, proyek-proyek besar di daerah-daerah yang saat ini masih berjalan. Jadi pada intinya hindari betul APBN kita jadi jaminan utang, jangan sampai tersandra," pungkasnya.

Sebelumnya China Development Bank (CDB) disebutkan meminta adanya jaminan melalui APBN untuk memberikan pinjaman yang digunakan untuk membayar pembengkakan biaya (cost overrun) KCJB. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pun secara tegas menolaknya.

“Masih ada masalah psikologis, kemarin mereka Tiongkok mau dari APBN, tetapi kita jelaskan kalau dari APBN itu prosedurnya jadi panjang makanya mereka juga sedang pikir-pikir. Kami dorong melalui PT PII karena ini struktur yang baru dibuat pemerintah Indonesia sejak 2018," tegas Luhut, Senin (10/4).

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore