
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (10/5/2022). Politisi Partai Demokrat, Andi Arief memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (10/
JawaPos.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief buka suara soal video pernyataan dirinya yang beredar luas di media sosial. Elite Partai Demokrat itu menegaskan, video tersebut tidak untuk dikutip dan hanya konsumsi internal.
Dalam video yang beredar, Andi Arief menyatakan bahwa Anies Baswedan dan Ketua Umum partai politik di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan dipenjara jika tidak menghendaki dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) pada Pilpres 2024.
"Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal," kata Andi Arief dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Senin (26/9).
Menurut Andi Arief, video pernyataan dirinya yang tersebar di media sosial banyak yang dipenggal. Sehingga, pernyataan itu tidak lengkap. "Kedua, ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham," tegas Andi Arief.
Dalam video yang beredar, Andi Arief menyebut Pemilu 2024 berpotensi hanya diikuti oleh dua pasang Capres-Cawapres. ’’Kenapa dua calon Pak Presiden (Jokowi)? Kan Ada Anies ada Ganjar," ucap Andi Arief.
Andi Arief juga menyinggung soal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak akan maju Pilpres 2024, karena akan masuk penjara. "Oh, Anies kan sebentar lagi masuk penjara. Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau tidak nurut tinggal masuk penjara aja gitu. Jahat bukan?," cetus Andi Arief.
Selain itu, Andi Arief juga menyebut bahwa Puan Maharani akan diajukan oleh PDI Perjuangan (PDIP) untuk menjadi calon presiden yang akan bertarung di Pilpres 2024. ’’Kalau sekarang misalkan yang disiapkan Puan Maharani. Lah kan semua orang berani melawan Puan Maharani. Tapi kalau ditangkap-tangkapin, pimpinan partainya diancam ya itu yang tidak boleh. Oh ya kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang bisa membuat Puan Maharani menang, semua ditangkap saja, Ya itu kan?," seru Andi Arief. (*)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
