Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 September 2022 | 15.55 WIB

Capres Alternatif Dapat Cegah Tingginya Golput di Pilpres 2024

Kotak suara Pemilu 2019 hasil pemungutan suara yang dikumpulkan  di PPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Kotak suara Pemilu 2019 hasil pemungutan suara yang dikumpulkan di PPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pilpres 2024 dihadapkan dengan tantangan para golput. Mengantisipasi rendahnya partisipasi pemilih, maka masyarakat mesti diberi pilihan alternatif untuk calon presiden (capres).

Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, capres alternatif adalah tokoh-tokoh yang mewakili masa depan bangsa, ahli dalam bidang tertentu, memiliki semangat antikorupsi, serta memiliki konsep dan strategi membuat negara ini menjadi lebih baik.

“Seperti Jimly Asshiddiqie. Beliau mantan Ketua MK, tokoh yang secara rasional dan empiris bisa diterima. Ada juga Ilham Akbar Habibie. Memang mereka belum terlalu terkenal, tapi punya darah pemimpin. Selain itu, Ilham sangat ahli di bidang teknologi” ujar Jerry di sela-sela diskusi publik digelar Komite Pemilih (TEPI) Indonesia di Manado (8/9).

Disksi yang bertajuk “Capres Alternatif, Mengapa Tidak?” itu turut diikuti Koordinator TEPI Indonesia Jeiry Sumampouw. Menurut Jeiry, pilpres harus menjadi ajang kontestasi gagasan dan arena persaingan ide. Oleh sebab itu, wacana capres alternatif harus didukung oleh masyarakat, agar nama-nama yang muncul tidak hanya yang sudah di-branding partai politik (parpol).

"Banyak sekali figur yang memiliki prestasi, tapi kurang diperbincangkan. Karena, mereka tidak banyak beredar di media," sebutnya.

Pilihan-pilihan tokoh-tokoh alternatif itu seperti Haedar Nashir dari Muhamadiyah, Gus Yahya dari PBNU, Jimly Asshiddique, dan Ilham Akbar Habibie.

Peneliti kepemiluan PP AIPI Ferry Daud Liando menuturkan, wacana capres alternatif juga dapat menjadi terobosan untuk mencegah terjadinya golput pada pilpres 2024. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan pemilih tidak menggunakan hak pilih karena jenuh terhadap calon-calon yang tampil berkompetisi pada pemilu.

Dia berharap capres alternatif dapat memecah kebosanan publik terhadap calon yang sudah lebih dulu beredar dari parpol. "Parpol harus kembali ke jalan yang benar dengan bersifat selektif dalam menyeleksi calon," ujarnya.

Dia menyakini banyak figur-figur yang sudah teruji, tidak korup, visioner, dan nasionalis, tapi tidak diberi ruang oleh parpol untuk menjadi calon.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore