
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai menggelar pertemuan tertutup di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Pertemuan antara Partai Demokrat dan Partai NasDem tersebut untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi. Foto: Dery Ri
JawaPos.com - Partai Demokrat menegaskan,tidak pernah mensyaratkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon presiden (Capres) maupun calon wakil presiden (Cawapres) untuk membangun koalisi. Isu yang beredar di tengah publik tersebut dinilai tidak benar.
"Demokrat menegaskan, pernyataan itu sama sekali tidak benar. Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, ketika bertemu dengan Ketua Umum parpol-parpol lain, selalu mengedepankan pembahasan visi, misi dan platform koalisi," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra dalam keterangannya, Kamis (7/7).
Herzaky mengutarakan, Partai Demokrat dalam membangun koalisi mencari kesamaan chemistry dan pandangan, untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan nasib rakyat. Selain itu, membahas isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini dan solusi yang ditawarkan oleh partai politik dengan melakukan sinergi dan kolaborasi.
Oleh karena itu, Herzaky menegaskan belum ada pembahasan mengenai capres dan cawapres dalam pertemuan yang dilakukan Partai Demokrat ke parpol lain. Menurut Herzaky, pembahasan mengenai capres dan cawapres dilakukan setelah koalisi terbentuk.
"Pilihan capres-cawapres salah satunya berdasarkan kemungkinan untuk dipilih rakyat atau menang di Pilpres 2024," tegas Herzaky.
Herzaky melanjutkan, pihaknya akan mempelajari betul ketika pilihan capres dan cawapres sudah waktunya dibahas di koalisi. Ini yang menjadi salah satu prinsip dasar Ketum Partai Demokrat AHY dalam proses pembentukan koalisi.
"Koalisi dulu, baru bahas kriteria, dan setelahnya nama-nama bakal capres dan cawapres yang memenuhi kriteria," ucap Herzaky.
Dia memastikan, Partai Demokrat sangat menghargai kemandirian dan mekanisme internal setiap parpol dalam menentukan capres dan cawapres yang bakal diusung. Karena itu, tak dipungkiri Demokrat juga memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan calon pemimpin pada Pilpres 2024.
"Tentu aspirasi dari tiap partai ini bakal dibahas di dalam koalisi ketika sudah terbentuk nantinya untuk didapatkan kesepakatan capres dan cawapres yang bakal diusung," pungkas Herzaky.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
