
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua saat diwawancarai awak media, Senin (9/7)
JawaPos.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua tidak terima dirinya disebut sebagai perusak partai berlogo bintang mercy ini. Hal ini dikatakan Max, menanggapi pernyataan dua politikus Partai Demokrat kubu AHY yakni Yan Harahab dan Jansen Sitindaon yang menyebut dirinya adalah perusak partai.
"Ini adalah manusia yang tidak punya hati dan tidak tahu sejarah Partai Demokrat. Kalau dia tahu sejarah Partai Demokrat maka tidak akan bilang kami perusak partai," ujar Max dalam jumpa persnya di kawasan Hambalang, Jawa Barat, Kamis (25/3).
Mantan pewarta ini mengatakan, kenapa kubu AHY tidak mengatakan kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang sebagai salah satu yang membuat Partai Demokrat ini rusak elektabilitasnya.
"Dia intelektual tapi otaknya di dengkul. Kenapa dia tidak bicara proyek Hambalang yang juga merusak Partai Demokrat," katanya.
Max mengatakan, kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang ini sudah jelas-jelas membuat Partai Demokrat merosot elektabilitasnya. Dari semula sebesar 20.4 persen, kemudian menjadi 10.2 persen dan terakhir menjadi 7.00 persen.
"Jadi siapa yang merusak Partai Demokrat sebenarnya. Saya agak emosi karena dibilang perusak Demokrat. Padahal saya pendiri, deklarator yang ikut keliling Indonesia untuk melantik DPD-DPD seluruh Indonesia," tegasnya.
Oleh sebab itu, Max berharap Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bisa mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat di bawah komando Moeldoko ini. Sehingga bisa menjadi Partai Demokrat yang sah dan diakui oleh negara. "Inilah kita doakan setiap hari mudah-mudahan di dengar oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya.
Sekadar informasi terjadi dualisme kepengurusan Partai Demokrat. Kubu yang kontra terhadap AHY menyelenggarakan KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara. Hasil KLB tersebut terpilih Moeldoko sebagai ketua umum periode 2021-2026.
Sementara AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres V 2020 di Jakarta. Kongres tersebut kala itu menetapkan AHY secara aklamasi sebagai ketua umum Partai Demokrat periode 2020-2025.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
