
Usai beberapa jam diperiksa penyidik KPK, Anggota DPR Aziz Syamsuddin membantah dirinya pernah mengajukan RAPBN-P 2018 untuk dibahas di DPR.
JawaPos.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja telah resmi disahkan oleh DPR menjadi UU. Lahirnya regulasi sapu jagat ini pun langsung menimbulkan pro dan kontra karena buruh, akademisi dan mahasiswa melakukan penolakan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjamin, tidak adanya kepentingan pribadi, atau kelompok tertentu dari UU Cipta Kerja yang telah disahkannya dalam rapat paripurna di DPR.
"DPR tidak sedang memanfaatkan situasi. Karena tidak ada kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dalam kami pimpinan DPR, pimpinan fraksi maupun Baleg DPR untuk memanfaatkan kondisi tertentu untuk hal yang menguntungkan para pihak tertentu," ujar Azis di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/10).
Lebih lanjut, Aziz mengatakan, semua proses pembahasan yang ada di Badan Legislasi (Baleg) DPR semuanya sesuai dengan mekanisme dan terbuka untuk umum. Sehingga pembahasannya benar-benar transparan.
"Kemudian dalam proses rapat kerja pimpinan Baleg dan pimpinan Panja mengadakan RDPU dilakukan hampir sebanyak 88 kali baik fisik maupun secara virtual," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
