
TUNDA LAGI: Mendagri Tito Karnavian berbincang dengan para anggota Komisi II DPR setelah batal melakukan rapat pembahasan Perppu Pilkada di Senayan kemarin (29/6). (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com – Rapat pengambilan keputusan tingkat pertama terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 (Perppu Pilkada) di Komisi II DPR batal dilaksanakan. Pasalnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebagai perwakilan pemerintah absen. Yang datang hanya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Ketidakhadiran Yasonna bukan yang pertama. Sebelumnya politikus senior PDIP itu juga tidak hadir dalam rapat kerja Rabu (24/6). Saat itu rapat mengagendakan penjelasan pemerintah terkait RUU tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 menjadi UU.
Absennya Yasonna memantik emosi sejumlah anggota komisi II. Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan, surat undangan kepada Menkum HAM sudah diajukan beberapa hari sebelumnya. Namun, yang bersangkutan menyatakan tidak dapat hadir. ”Saya kira ini tidak menghargai situasi bangsa negara kita yang sedang menjalankan agenda penting,” tukas Doli dalam rapat. Sebagai sesama lembaga negara, Doli meminta Yasonna saling menghargai.
Pernyataan lebih keras dilontarkan anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera. Dia menilai sikap Yasonna tidak bisa dianggap angin lalu. Untuk itu, Mardani mengusulkan agar sikap tersebut diadukan kepada Presiden Joko Widodo. ”Saya mengusulkan komisi II memberi teguran keras dan melaporkan Menkum HAM kepada presiden karena tidak menghargai marwah perppu presiden,” cetusnya.
Mardani mengingatkan bahwa keputusan menggelar pilkada pada 9 Desember 2020 diambil dengan mempertaruhkan banyak hal. Semestinya pembahasan persetujuan perppu tidak bisa main-main. ”Jika perppu ini tidak segera kita sahkan, tidak segera dibawa ke paripurna, ini akan membawa implikasi,” imbuhnya.
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Johan Budi bahkan meminta ada sanksi jika Yasonna terus mangkir. Termasuk dengan mengevaluasi pelaksanaan pilkada 9 Desember. ”Apakah nanti perlu ada keputusan mengenai penundaan 9 Desember tadi,” katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao
https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY
https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
