Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2020 | 04.57 WIB

Komisi XI DPR Pertanyakan Refocusing Anggaran di Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga  Zainudin Amali  saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian visi - Image

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian visi

JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengritik langkah pemerintah yang merealokasi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Besaran dananya Rp 564,8 Miliar.

"Meskipun itu jumlahnya mencapai tiga puluh persen dari total anggaran di Kemenpora, kita semua tahu bahwasa anggaran itu memang tidak bisa digunakan di tahun ini," ujar Bafagih dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5).

Menurut Bafagih, anggaran itu sedianya akan digunakan untuk pelaksanaan PON XX dan PEPARNAS di Papua, yang beberapa waktu lalu telah diputuskan untuk ditunda gelarannya pada 2021 mendatang.

Selain itu, Bafagih juga menyoroti pos-pos realokasi anggaran lainnya yang mencapai hingga Rp 20,5 miliar di dua kedeputian yakni Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda karena program dan kegiatannya yang tidak jelas. Ia juga mengaku menemukan anggaran yang diarahkan untuk membeli alat pelindung diri bagi para atlet maupun pelatih di tengah pandemi Covid-19.

"Kami mempertanyakan tujuan dan urgensi refocussing kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 39,8 Miliar untuk dukungan APD bagi atlet dan pelatih yang masih melakukan latihan mandiri di rumah, stakeholder olahraga dan kelompok suporter yang akan dilaksanakan oleh unit kerja Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga," kata Bafagih.

Menurut Bafagih, atlet dan pelatih yang melakukan latihan mandiri di rumah lebih membutuhkan dukungan asupan gizi yang baik untuk menjaga stamina kebugaran dan performanya.

Karena itu, Bafagih mendesak, Menpora Zainuddin Amali agar bijak dalam mengelola anggaran kementeriannya. Salah satunya dengan tidak menggelar tender pengadaan baranga yang dianggap kurang berguna bagi para atlet.

"Sudah sepatutnya dan sewajarnya Menpora bisa dengan bijak mengelola anggarannya dengan baik. Karena yang digunakan adalah uang negara," pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3yevCzxrWLA

https://www.youtube.com/watch?v=CaPEtmCK5Kg

https://www.youtube.com/watch?v=_9F8Pe2Z5VQ

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore