
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai bertemu dengan Cawapres Terpilih KH Maruf Amin di Kediaman Maruf Amin di Jakarta, Jumat (5/7/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai saat ini koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sudah cukup gemuk. Partai-partai politik yang tergabung di dalamnya sudah banyak.
Atas dasar itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Maman Imanul Haq menengarai, masuknya partai baru dapat mengganggu soliditas koalisi. Apalagi, dalam pandangan Maman, partai-partai tersebut sebelumnya tidak turut berjuang memenangkan petahana.
"Misalnya ada beberapa partai yang sebaiknya tidak masuk. Lihat aja partai yang di dalam, tapi enggak jelas, cuma merecoki. Daripada nanti mengganggu, lebih baik di sana (oposisi) aja lah sebagian," ujar Maman dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (20/7).
Maman menegaskan, penolakan PKB terhadap hadirnya partai baru bukan lantaran takut jatah kursi yang bakal diperoleh berkurang. Menurut Maman, partainya hanya bermaksud menjaga keutuhan dan soliditas koalisi.
"Jadi, ini bukan karena persoalan nanti kita takut kehilangan kursi," katanya.
Maman mengatakan, loyalitas PKB tidak perlu dipertanyakan. PKB sedari awal sudah menyatakan mendukung Jokowi, bahkan hingga lima tahun ke depan.
Ia menegaskan, partainya tak seperti partai lain yang mengaku-aku loyal, namun tiba-tiba berubah arah dukungan. "Artinya ketika dia berkoalisi, ketika di dalam, soal dedikasi loyalitas itu penting," ungkapnya.
Maman menyadari semua keputusan mengenai koalisi ada di tangan Presiden Jokowi. Namun demikian, ia yakin para relawan dan pendukung akan kecewa jika tiba-tiba ada partai bukan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin masuk ke dalam kabinet.
"Menurut saya ini sangat menyakiti juga, menyakiti teman-teman relawan," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sudah sangat banyak. Kondisi ini berbeda dari 2014 silam.
Maka, ia pun menyarankan partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap menjadi oposisi. Menurutnya, sejauh ini belum ada untungnya partai-partai pendukung 02 gabung dengan koalisi 01.
"Belum ada manfaatnya, karena kekuasannya kami itu mayoritas," ujar Johnny dalam diskusi di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta, Jumat (19/7).
Oleh sebab itu, Johnny menyarankan supaya partai pendukung Prabowo-Sandi tetap menjadi oposisi. Karena pemerintah juga butuh pengawasan dari oposisi dalam mengelola Indonesia lima tahun ke depan.
"Karena oposisi juga bisa membangun bangsa dan negara, walaupun mengambil sikap politik berbeda," ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
