
Perlengkapan aparat kepolisian sebagai bagian dari keamanan diletakkan di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) selama sidang berlangsung. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Para kuasa hukum capres 02 dan kuasa hukum capres 01 boleh "bertarung" di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, saat salat Jumat, mereka yang sedang beperkara -termasuk hakimnya- seperti disatukan.
MK memang tidak memiliki masjid yang bisa menampung banyak jamaah. Untuk itu, kemarin salat Jumat diadakan di tenda besar yang didirikan di halaman kantor Kemenko Perekonomian di sebelah gedung MK.
Salat Jumat kemarin menunjukkan betapa rivalitas hanya berlaku di ruang sidang. Pantauan Jawa Pos, pengacara pemohon paslon 02, Bambang Widjojanto dan kawan-kawan, tampak menuju masjid darurat itu. Begitu pula dengan Yusril Ihza Mahendra dkk selaku kuasa hukum paslon 01 yang memasuki tenda yang sama.
Padahal, bila mau, mereka bisa salat di masjid yang berbeda. Misalnya, masjid di Kementerian Perhubungan atau Kemenkominfo yang hanya sepelemparan batu dari MK.
Photo
Aparat Kowad dari Kodam Jaya turut dikerahkan untuk pengamanan sidang PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Mereka berbaur dengan para polisi, staf MK, dan tentu saja para hakim. Etika bahwa hakim tidak boleh bertemu dengan pihak beperkara di luar ruang sidang seperti tidak berlaku. Sebab, mereka semua fokus beribadah. Tak ada sekat. Menyejukkan.
Setelah salat, para hakim hanya menyalami beberapa jamaah, lalu segera kembali ke ruang kerjanya. Tidak tampak hakim yang berbicara dengan para pengacara yang salat di tempat yang sama. Meski sekadar basa-basi.
Pantauan Jawa Pos pula, komisioner KPU dan Bawaslu tidak tampak di area salat Jumat. "Bapak-bapak komisioner tadi ke Hotel Borobudur," terang salah seorang sekretaris pimpinan KPU. Sementara itu, Bawaslu sejak awal hanya menghadirkan Fritz Edward Siregar karena pimpinan lainnya sedang menangani sidang pelanggaran administratif.
Di luar masjid, seusai salat Jumat, para pihak langsung kembali ke kelompok masing-masing. Jawa Pos tidak mendapati para pengacara itu bercanda dengan rivalnya. Bagaimanapun, satu jam setelah salat Jumat, mereka kembali bertarung di ruang sidang. Para hakim dan pengacara kembali mengenakan toga dan mereka berdebat di ruang sidang hingga azan Asar berkumandang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
