
Menkominfo Rudiantara. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dilaporkan ke Badan pengawas pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta. Pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu diadukan oleh orang yang bernama Taufik Hidayat.
Menkominfo dilaporkan lantaran dugaan pernyataannya kepada salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) soal pernyataan “Yang gaji kamu siapa?” Ucapan Rudiantara itu dianggap telah melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
Taufik mengungkapkan, sangat tak etis seorang pejabat negara setingkat menteri, bereaksi emosi karena anak buahnya di Kemenkominfo tak memilih Jokowi pada Pilpres 2019.
"Ini jelas bagi kami pelanggaran. Karena itu, kita tunggu nyali Bawaslu untuk mengusut dugaan pidana pemilu tersebut. Orang sudah jelas kok itu terlihat pelanggarannya," kata Taufik di kantor Bawaslu DKI, Jumat (1/2).
Hal senada dikatakan Tim advokasi Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi, Ali Moertopo. Dia menilai, saatnya Bawaslu DKI keluarkan taringnya mengusut dugaan pidana pemilu tersebut. Sebagai pengawas pemilu di Jakarta harus menjadi contoh daerah lain menegakkan aturan.
"Kami melaporkan ini karean sudah jelas pelanggarannya," ucap dia.
Ali menjelaskan, hakekatnya pemilu adalah sarana yang tersedia untuk rakyat menegakkan kedaulatan sesuai dengan azas yang bermaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, Bawaslu DKI, mesti memastikan bahwa hukum berlaku bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran pemilu.
“Kami, masih yakin, Bawaslu DKI berani,” tegasnya.
Taufik juga menerangkan, Rudiantara diduga telah melanggar Pasal 282 juncto Pasal 283 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
Dalam pasal itu diatur pejabat publik dilarang melakukan berbagai tindakan dan kebijakam yang menguntungkan salah satu paslon. Dalam pasal 547 diatur hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 36 juta.
“Mereka (penyelenggara pemilu, red) tentu lebih paham aturan, Saya tak mungkin ajari mereka aturan pemilu UU. Mereka jelas lebih mafhum,” ujarnya.
Seperti diketahui, Rudiantara sempat menyindir salah satu ASN yang menyatakan memilih pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Hal itu ia ungkapkan saat melakukan pemungutan suara soal desain stiker sosialisasi Pemilu 2019.
Saat itu Rudiantara menanyakan alasan sang ASN memilih desain nomor dua. Namun sang ASN perempuan itu, secara spontan malah membahas pilihan pilpres 2019.
"Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?" ujar Rudiantara dalam acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
