
Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyebut pro kontra seputar wacana penolakan perda agama yang digulirkannya, membuat masyarakat makin kritis
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie tersangkut kasus dugaan penistaan agama atas pernyataannya yang tidak setuju dengan peraturan daerah (Perda) Syariah. Dia sudah memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menyampaikan klarifikasinya pada Kamis (22/11) kemarin.
Di balik permasalahan yang tengah membelitnya, Grace mengaku tenang-tenang saja. Dia menyebut pro kontra isu perda agama telah membuat masyarakat kritis.
“Tapi saya senang melihat ketika isu ini kami gulirkan, kami buat pernyataan sikap, ini masyarakat jadi berbicara, jadi aware, dan saya melihat ada kok komen-komen cerdas yang mulai ‘oh iya ya’. Kelihatan mereka mulai tergelitik intelektualnya,” ujarnya saat ditemui di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta.
Menurut Grace, masyarakat kini memiliki kemauan untuk berpikir terkait peraturan-peraturan daerah yang selama ini menabrak. Indikasinya terlihat ketika Perda tersebut masuk ke dalam draf Komnas HAM, sebagai salah satu perda yang bermasalah.
“Tapi buat lebih berpikir lagi apa iya mereka butuh yang seperti itu? Apa nggak ada bentuk yang lain? Apakah memang dengan perda seperti itu tujuannya tercapai?” tutur dia.
Sementara itu, mengenai kedatangannya ke Polda, dirinya menegaskan kegiatan tersebut merupakan undangan klarifikasi. Pihaknya membawa banyak dokumen bukti yang begitu banyak hingga harus menghabiskan waktu selama 6,5 jam.
“Semua per halaman paragraf-pragraf kita tunjukkan. Sampai sedetail itu. Rekaman-rekaman sampai dengan teks lengkap, terus potongan-potongan yang dianggap bermasalah dan sebagainya itu kita cocokkan dengan kajian akademis yang kita pakai,” jelas Grace.
Sebelumnya, Sekjen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair melaporkan Grace Natalie atas tuduhan penistaan agama. Pelaporan itu merupakan buntut dari pernyataan Grace yang tidak setuju penerapan Perda Syariah.
Laporan tersebut sudah diterima Bareskrim Polri dengan LP Nomor:LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
