
Massa Aksi Bela Tauhid akan memberi waktu satu pekan untuk Menkopolhukam untuk menindaklanjuti aspirasinya. Jika tidak, maka massa akam kembali menggelar aksi serupa.
JawaPos.com - Perwakilan massa aksi bela tauhid telah selesai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenkopolhukam). Sejumlah tuntutan disuarakan perwakilan massa aksi, saat diterima salah satu anak buah Wiranto, Agus Surya Bakti.
Yusuf Martak selaku salah satu perwakilan massa Aksi Bela Tauhid mengaku, pihaknya tetap ngotot jika tiga anggota Banser Garut yang membakar bendera itu segera diadili secara hukum. Ia menilai perbuatan mereka memenuhi unsur pidana.
"Kami minta Menkopolhukam menindak lanjuti kasus ini. Pasti kita minta diadili (3 anggota Banser itu, Red). Karena itu sudah jelas-jelas perbuatan melanggar hukum," kata Yusuf di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10).
Yusuf yang juga merupakan ketua GNPF Ulama itu berkeyakinan jika bendera yang dibakar bukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), karena tidak terlihat ada simbol-simbol ormas yang telah di tersebut.
"Anggapan aparat yang menyebut itu bendera HTI jelas-jelas satu kebohongan besar. Tidak ada logo organisasi di bendera tersebut, jelas-jelas itu adalah kalimat tauhid," tegasnya.
Lebih jauh Yusuf mengatakan bahwa massa Aksi Bela Tauhid akan memberi waktu satu pekan untuk Menkopolhukam untuk menindaklanjuti aspirasinya. Jika tidak, maka massa akan kembali menggelar aksi serupa.
"Paling lama minggu depan. Kalau tidak kami akam menggelar aksi lagi. Kita akan menuntut seterusnya," jelasnya.
Di tempat sama, Sesmenkopolhukam Agus Surya Bakti menegaskan, usulan massa aksi bela tauhid akan diteruskan ke Wiranto sesegera mungkin. Dia juga memohon maaf kepada massa karena bosnya tersebut tidak bisa hadir, karena tengah mengurus masa peralihan tanggap darurat bencana di Palu, Sulawesi Tengah.
"Saya mohon maaf pak menko (Wiranto, Red) tidak bisa hadir karena sedang mengurus masa peralihan dari tanggap darurat ke pemulihan di palu. Tapi aspirasinya saya catat dan saya sampaikan ke pak Menko," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
