
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai menggelar pertemuan di Mega Kuningan pekan lalu,
JawaPos.com - Dinamika politik menjelang hari pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terus berkembang. Peta politik semakin dinamis. Apalagi sejak Susilo Bambang Yudhyono (SBY) selaku ketua umum Partai Demokrat terus bermanuver.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Watch for Democracy (IWD) Endang Tirtana, Partai Demokrat telah mengubah peta koalisi oposisi di akhir-akhir batas waktu pengajuan capres-cawapres. Melihat beberapa pertemuannya SBY dengan sejumlah pimpinan parpol, saat ini Partai Demokrat dalam posisi diuntungkan. Apalagi "akad politik" Gerindra-Demokrat benar-benar terjadi.
"Ini koalisi alternatif di tengah koalisi yang hampir solid antara Gerindra, PKS dan PAN. Munculnya Demokrat sebagai mitra alternatif tentu sangat stategis bagi Prabowo. Namun tentu ada yang bakal gigit jari," kata Endang dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Minggu (29/7).
Endang menambahkan, melihat gaya politiknya para politisi, duet Prabowo-AHY termasuk yang paling ideal ketimbang harus berpasangan dengan salah satu nama yang diajukan PAN atau PKS. Demokrat dan Gerindra dalam posisi saling menguatkan.
"Gerindra tidak akan kehilangan magnit elektoralnya dengan menggandeng Demokrat. Sebaliknya Demokrat juga bisa mendongkrak elektabilitasnya akibat kebanyakan berada di posisi netral, apalagi ada AHY sebagai magnit baru.”
Dengan dinamika itu, Endang menilai, tentu PKS dan PAN tidak bisa lagi bisa menyandera Gerindra karena rebutan posisi Cawapres. Dalam dilema seperti ini PAN dan PKS tidak ambil bagian dalam koalisi Gerindra-Demokrat yang murni hanya pertimbangan pragmatis.
"Dengan menjaga jarak dengan koalisi Gerindra dan Demokrat, PAN dan PKS punya basis umat yang kuat. Mereka bakal mendapat simpati publik karena dianggap konsisten dan tidak ikut-ikutan menjadi pragmatis. PAN dan PKS bisa dikatakan dalam posisi dikhianati. Namun bukankah itu bagus untuk dikapitalisasi oleh PKS dan PAN untuk mendongkrak elektabilitas mereka di Pemilu 2019. Publik juga tahu mana loyang mana emas,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
