
Komjen M Iriawan usai dilantik menjadi Pjs Gubernur Jabar di Bandung, Jawa Barat.
JawaPos.com - Partai Golkar disebut bakal rugi dengan pengangkatan Komisaris Jenderal Pol M Iriawan sebagai Pjs Gubernur Jawa Barat. Sebab, jagoan yang mereka usung di Pilgub Jabar berseberangan.
Golkar menduetkan Deddy Mizwar dan kadernya, Dedi Mulyadi. Sementara PDIP mengusung paslon sendiri yakni TB Hasanudin dan eks Kapolda Jabar, Anton Charliyan.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Divisi Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi sikap Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. Ace sebelumnya menyebut rencana hak angket kepada Presiden Joko Widodo yang diprakarsai fraksi PKS, Gerindra, dan Demokrat 'lebay'.
"Peryataan Ace bentuk kegusaran mereka sebagai pendukung pemerintah. Ace malu reaktif untuk mengamankan sesuatu yang akan merugikan," ujar Ferdinand saat dihubungi, Rabu (20/6).
Menurut Ferdinand, apa yang diungkapkan Ace Hasan tidak tepat. Paslanya hak angket adalah sesuatu yang melekat pada anggota dewan. Bahkan diatur dalam UU MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3).
"Ini yang ngomong justru lebay menanggapi usulan angket tersebut. Itu hak sah," tegasnya.
Partai Demokrat menginginkan adanya angket ke Presiden Jokowi ini untuk menguji kebenaran. Pasalnya ada UU yang ditabrak dalam pengangkatan Iriawan sebagai Pjs Gubernur Jawa Barat.
"Kami menduga sikap ngotot Jokowi ini ada motif tertentu," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menegaskan tiga partai, Demokrat, PKS dan Gerindra terlalu berlebihan apabila ingin menggunakan hak angket kepada Presiden Jokowi.
"Tak perlu pakai angket segala. Jangan terlalu lebay menyikapinya," ujar Ace saat dihubungi, Selasa (19/6).
Menurut, Ace apabila tidak puas dengan pengangkatan Iriawan menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat. Hanya perlu meminta penjelasan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dengan cara mengundangnya di rapat dengan Komisi II DPR.
Oleh sebab itu, Partai Golkar menegaskan tidak akan mengikuti langkah tiga partai itu yang mewacanakan melakukan angket kepada Presiden Jokowi. Baginya, masih banyak tugas-tugas kedewanan yang dinilai lebih penting ketimbang menggulirkan angket.
Sekadar informasi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo secara resmi melantik Komisaris Jenderal Pol, Iriawan sebagai Pjs Gubernur Jawa Barat. Pelantikan ini menyusul rampungnya masa tugas Ahmad Heryawan periode 2013-2018.
Iriawan sendiri merupakan perwira tinggi Polri, dia sejak 8 Maret 2018 menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Pria yang akrab dipanggil Iwan Bule ini juga pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada tahun 2013-2015.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
