
Direktur eksekutif Persatuan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, ada beberapa masalah pelik yang mendera negeri ini setelah 20 tahun reformasi berjalan.
JawaPos.com - 2018 menjadi penanda 20 tahun peringatan reformasi berjalan di Indonesia. Meski telah berjalan dua dasawarsa, nyatanya reformasi masih memiliki banyak kekurangan termasuk dalam aspek pemilihan umum (pemilu).
Direktur eksekutif Persatuan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, ada beberapa masalah pelik yang mendera negeri ini setelah 20 tahun reformasi berjalan. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah perilaku partai politik yang belum sejalan dengan tujuan reformasi.
"Perilaku dan budaya politik dari aktor-aktor politik dan kepemiluan masih belum mampu merefleksikan semangat reformasi yang terbangun 20 tahun lalu," ungkap Titi di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (29/5).
Lebih lanjut Titi mengatakan, setidaknya ada dua masalah kompleks yang mendera partai politik saat ini. Pertama, terkait pengelolaan internal partai itu sendiri.
Masalah lain juga, lanjut Titi, terlihat dari sistem kaderisasi partai politik yang kurang demokratis dalam sistem rekrutmennya. Sebab, selama ini pemilihan kader partai politik lebih erat dengan aspek kedekatakan dengan petinggi partai, ikatan darah, atau figur yang memiliki kemampuan materi tinggi.
"Kalau bicara reformasi internal partai politik masih menyisakan sekurang-kurangnya dua masalah besar. Yang pertama terkait dengan akuntabilitas pengelolaan keuangan di internal partai politik, dan yang kedua adalah terkait dengan rekrutmen politik yang demokratis," terang Titi.
Lebih lanjut, Titi juga menilai, reformasi di tubuh partai politik memang sulit dilakukan, terutama jika melihat situasi saat ini. Maraknya mahar politik hingga adanya jual beli tiket pencalonan menjadi faktor terbesar penghambat reformasi tersebut.
"Hambatan terbesar kita adalah menguatnya praktik politik transaksional yang menyasar berbagai elemen ataupun aktor kepemiluan, mulai dari jual beli suara hingga mahar politik, atau jual beli tiket kandidat, dan juga termasuk hal-hal yang berbau suap," pungkas Titi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
