Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Mei 2018 | 16.25 WIB

SBY Bakal Nyapres Lagi, Jika Kondisinya Seperti Ini

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan tidak mungkin akan kembali nyapres lagi di Pilpres 2019. - Image

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan tidak mungkin akan kembali nyapres lagi di Pilpres 2019.

JawaPos.com - Wacana untuk merevisi Undang-undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) dan penafsiran konstitusi UUD 1945 terkait masa jabatan wakil presiden (wapres) terus mencuat. Revisi ini pun membuka peluang Jusuf Kalla (JK) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk maju kembali di pilpres 2019 mendatang.


Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaen mengatakan, pihaknya mengaku menghormati berbagai elemen masyarakat yang tengah melakukan gugatan kepada mahkamah konstitusi (MK). Meski demikian, partai berlambang mercy itu pun mengaku tak akan mengajukan SBY kembali jika permohonan uji materi itu dikabulkan.


"Kalaupun itu nanti lolos (uji materi MK) sepertinya Partai Demokrat tidak akan kembali mengusung Pak SBY. Karena beliau sudah menyatakan sudah cukup dalam kontestasi seperti itu," kata Ferdinand di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/5).


Menurut Ferdinand, sang ketua umum telah sepakat untuk melakukan regenerasi kepada generasi selanjutnya di Partai Demokrat. Salah satunya dengan mendorong putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pemimpin masa depan.


"Kalau Partai Demokrat diminta untuk mengusung kadernya, saat ini kita akan mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono," ungkapnya.


Meski demikian, Ferdinand tak menampik kemungkinan SBY maju kembali masih terbuka. Namun, kemungkinan itu terjadi kala adanya situasi yang tengah mendesak dan memaksa. 


"Itu hanya akan terjadi ketika sebuah situasi nasional memaksa bahwa beliau harus turun gunung kembali, tetapi ketika tidak ada situasi nasional yang memaksa, saya pikir SBY tidak akan maju lagi," tuturnya.


Lebih jauh, Ferdinand mengaku situasi memaksa yang dimaksudkan adalah kala melihat tensi politik yang semakin memanas di tengah masyarakat. Begitu pula dengan berbagai gesekan antara para pendukung yang semakin tak terbendung. Kondisi ini yang memungkinkan nakhodanya itu akan maju kembali.


"Situasi ini memaksa Pak SBY harus turun, ya mungkin saja beliau harus turun tetapi ketika situasi normal begini, saya tidak akan turun lagi," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore