Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 April 2018 | 21.30 WIB

Fahri Hamzah: Untuk Nyapres Lu Harus Pakai Duit, Otak Nggak Penting!

Fahri Hamzah menghadiri acara - Image

Fahri Hamzah menghadiri acara

JawaPos.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menghadiri acara 'Milenial Kongkow Bareng' yang di gagas oleh Himapol Indonesia dan Suara Milenial. Dalam acara itu, politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu membahas berbagai macam persoalan, salah satunya soal ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT).


Menurut pandangan Fahri, aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen dari kursi parlemen telah mempersempit kesempatan bagi sosok-sosok terbaik bangsa untuk ikut kontestasi pemilihan presiden.


“PT 20 persen adalah aturan yang dimunculkan oleh pihak eksekutif sebagai bentuk ketakutan eksekutif untuk menutup pintu kesempatan munculnya lawan yang lebih baik. Ini adalah bentuk problem penghancuran demokrasi!” katanya dalam agenda Rabu (4/4) lalu.


Lebih lanjut, Fahri menuturkan, kandidat calon presiden (capres) seharusnya berani bertatap muka dengan kelompok mahasiswa. Selain itu, kandidat capres harus bisa memaparkan ide dan visinya, dan berdebat dengan kandidat lainnya.


Meski mempunyai berbagai kriteria itu, Fahri enggan menjawab ihwal siapa sosok capres alternatif yang didukungnya. Dirinya pun menyebut akan mengumumkannya pada waktu yang tepat.


“Saya takut ketika saya sebutkan di sini, calon saya tidak dapat tiket untuk nyapres. Tunggu tanggal mainnya aja. Di era sekarang, untuk nyapres lu harus punya duit. Otak tidak penting!” ucapnya.


Terpisah, Ketua Himapol Korwil III Fitara Shaura Habibie menjelaskan, tujuan acara ini dilaksanakan untuk mencari sosok-sosok terbaik bangsa yang akan ditawarkan ke publik sebagai capres alternatif.


“Kami berangkat dari kegelisahan teman-teman melihat sosok capres yang hanya berkutat antara dua nama Jokowi dan Prabowo. Padahal bangsa ini tidak kekurangan stok pemimpin hebat. Persoalannya, tokoh-tokoh ini kurang terekspos oleh media sehingga publik tidak tahu. Jadi, melalui kegiatan ini kami ingin mengkaji, memperkenalkan, lalu menawarkan ke publik”, ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore