
BANGGA: Presiden Persebaya Azrul Ananda (kanan) bertemu dengan CEO dan founder Go-Jek Nadiem Makarim.
JawaPos.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut masuknya nama bos GoJek Nadiem Makarim dalam bursa cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) hanya sekadar wacana saja.
Sebagaimana diketahui nama Nadiem Makarim masuk dalam bursa cawapres pendamping Jokowi bersama 11 nama lain versi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Saya kira itu masih wacana (PSI) dan menarik simpati jutaan pengemudi (driver) GoJek yang berada di belakang Nadiem Makarim. Pasti rame itu dikalangan para pengemudi Gojek,” ucap Qodari saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (28/3).
Lebih lanjut, Qodari menuturkan, saat ini pun belum ada satu pun lembaga survei yang memasukan nama Nadiem di berbagai survei opini publik terkait Pilpres 2019.
Ia menuturkan, saat ini nama pengusaha muda transportasi berbasis aplikasi itu pun hanya baru masuk dalam radar rekomendasi cawapres versi PSI.
“Saya kira (nama) itu muncul baru di PSI. Saya pun sering berbincang dengan elit politik belum menemukan dan di media juga belum pernah ada. Saya kira itu bagian dari strategi marketing PSI,” tuturnya.
Meski demikian, Qodari menuturkan, munculnya nama Nadiem dalam bursa cawapres Jokowi dapat menjadi alternarif baru dari figur anak muda yang memiliki ide dan gagasan baik. Dirinya pun menyebut Nadiem sebagai tokoh muda yang inovatif dan pelopor usaha rintisan (start-up) yang sukses.
“Tetapi catatan saya kayaknya juga sulit, tidak mungkin (Nadiem dipilih). Dia orang bisnis murni, saya belum pernah lihat dia terjun ke dunia politik,” tuturnya.
“Memang saya pernah lihat pengusaha yang pernah terjun di politik tapi sudah ada intronya dulu,” lanjutnya.
Sebagai informasi, PSI merekomendasikan nama-nama yang dinilai layak mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Menariknya, dari 12 nama yang diusulkan, ada nama Bos GoJek, Nadiem Makarim.
Ke-12 nama yang dirilis PSI yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, pengusaha Chairul Tanjung, mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Menko Maritim Luhut B Panjaitan, serta mantan Panglima TNI Moeldoko.
Kemudian ada mantan Ketua MK Mahfud MD, bos GoJek Nadiem Makarim, pengusaha Rusdi Kirana, Ketua PBNU Said Aqil, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
