
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
JawaPos.com - Di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein sudah terang-terangan bakal mendukung juniornya dari kalangan militer, yakni mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Bahkan Kivlan menyebut, Gatot berpeluang menjadi presiden di Piplres 2019, karena memiliki potensi dan modal finansial yang banyak. "Pokoknya cukup beli partai, tapi saya tidak bisa sebutkan jumlahnya,” kata Kivlan, Jumat (2/3).
Kivlan juga menyebut uang yang dimiliki oleh mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini lebih banyak ketimbang, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.
“Yang saya tahu, jumlah uangnya (Gatot Nurmantyo) melebihi Prabowo Subianto saat ini," katanya.
Lantas berapa sebenarnya jumlah harta yang tercatat dari dua jenderal tersebut. Berikut ini datanya:
Dalam pilpres 2014 silam, Prabowo Subianto melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan total sebesar Rp 1.670.421.574.372 dan USD 7.503.134.
Jumlah harta Prabowo itu terdiri dari harta tidak bergerak berupa empat bidang tanah senilai Rp 105.892.190.000. Kendaraan baik roda dua atau empat sebanyak delapan unit, yang jumlahnya sebesar Rp 1.432.500.000.
Kemudian Prabowo juga memiliki perternakan, perikananan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya dengan total tiga usaha senilai Rp 12.196.000.000.
Sementara barang-barang seni dan barang antik berharga milik Prabowo senilai Rp 3.000.500.000 dan harta bergerak lainnya yang tidak dirinci sebanyak Rp 1.221.727.000.
Selain itu itu, Prabowo juga memiliki surat berharga senilai Rp 1.526.182.000.011 dan USD 7.500.000. Lalu, uang tunai, deposito tabungan, giro, dan setara kas lainnya berjumlah 5 rekening dengan jumlah Rp 20.496.657.361 triliun dan USD 3.134.
Mantan Danjen Kopassus itu tidak mempunyai piutang, sementara utang yang dia miliki sebesar Rp 28.993.970.
Sementara itu, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp 7,11 miliar dan USD 8.200.
Gatot sendiri terakhir menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 29 Maret 2010, saat menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer TNI Angkatan Darat.
Harta Gatot terdiri atas harta tidak bergerak senilai Rp 4,7 miliar, berupa tanah dan bangunan di dua lokasi di Jakarta Timur, tujuh lokasi di kabupaten Bogor, satu lokasi di kabupaten Maluku Tengah, dua lokasi di Kabupaten Sukabumi, satu lokasi di Jakarta Utara, serta satu lokasi di Jakarta Selatan.
Selanjutnya ada juga alat transportasi berupa mobil Toyota Harrier dan Toyota Alphard senilai Rp 1,05 miliar dan logam mulia sejumlah Rp 46 juta. Ia pun masih memiliki harta berupa giro dan setara kas lain sejumlah Rp 1,288 miliar dan USD 8.200, sehingga total hartanya mencapai Rp 7,114 miliar dan USD 8.200.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
