Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2018 | 01.42 WIB

Fadli Zon: IMF itu Biang Kerok!

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon - Image

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku aneh dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan sambutan meriah kepada ‎Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde.


Pasalnya, menurut Fadli IMF adalah institusi yang menghancurkan Indonesia 20 tahun lalu. Kebijakannya merusak sendi-sendi ekonomi di dalam negeri.


“Penyambutan IMF ini kok dibuat seperti kedatangan raja gitu lho," ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/2).


Menurut Fadli,  Kala itu di tengah krisis yang makin memburuk di Indonesia, Presiden Soeharto dipaksa menerima bantuan dari IMF. Namun bantuan itu ternyata makin menjerumuskan Indonesia.


“Karena IMF punya kekuatan besar untuk mendikte ekonomi Indonesia. Contohnya seperti sekarang memuji ekonomi Indonesia kuat. Bahkan dikatakan oleh World Bank sebagai, Asian Miracle. Tahu-tahu terjadi krisis," katanya.


Fadli yang pernah melakukan kajian ‎terhadap IMF itu, menilai, lembaga itu sebagai sumber masalah buruknya perekomonian di Indonesia di era Presiden Soeharto. 


“Terbukti IMF ini biang kerok dari berbagai macam krisis di dunia," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.


Namun anehnya, lanjut Fadli, Jokowi memberikan karpet merah pada IMF, bahkan sampai mengeluarkan dana hampir Rp 1 triliun untuk pertemuan tersebut.


"Memangnya negara Indonesia event organizer. Kan bukan," ungkapnya.


Harusnya dana Rp 1 triliun itu digunakan untuk kepentingan lain. Ketimbang menjamu IMF di dalam negeri. ‎Bahkan sampai berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta.


Fadli ingat benar, gara-gara IMF di tahun 1998 subsidi bahan bakar minyak (BBM) dicabut. Karena saat itu pemerintah Indonesia mau tidak mau berhutang kepada IMF untuk mengatasi krisis.


“Dan ternyata di balik itu IMF bisa mendikte kebijakan ekonomi di dalam negeri. Sehingga harga BBM naik sampai 71 persen. dan berlanjut dengan terjadinya demonstrasi di mana-mana," tegasnya.


Menurut Fadli, di Amerika Latin IMF dianggap biang masalah dalam krisis. Namun anehnya di Indonesia pada pemerintahan Jokowi IMF ini dipuji seperti pahlawan. "Padahal IMF tidak ada gunanya," pungkasnya.


Sebelumnya, Presiden Jokowi bersama Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengunjungi Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/2). Mereka berkeliling melihat toko baju dan busana di dalam gedung.


Jokowi mengatakan, kedatangannya ke Pasar Tanah Abang karena ingin menunjukkan kepada Christine Lagarde banyaknya sektor usaha kecil, sektor usaha menengah, usaha mikro di Indonesia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore