
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Anggota DPD dari pemilihan Bali, Arya Wedakarna resmi dilaporkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Eddy, ke Badan Kehormatan (BK) DPD.
Saat dikonfirmasi, Lukman mengaku pelaporannya itu karena Arya diduga menjadi otak pelaku atas persekusi yang dialami oleh Ustad Abdul Somad di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.
Menurut Lukman, karena adanya satu pelanggaran etik yang dilakukan oleh Arya, maka BK DPD perlu tancap gas dalam memproses laporan yang ia layangkan.
"Pelaporan ini dalam rangka menjawab marwah dan nama baik lembaga negara," ujar Lukman saat ditemui di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (12/12).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, sikap dari Arya ini telah membuat rusak citra DPD. Jadi, tidak ada alasan bagi DPD untuk tidak menindaklanjuti laporannya.
"Jadi saya ini juga bertanggung jawab untuk menjaga marwah dari lembaga negara ini," katanya.
Apalagi ditambahkan Lukman, Arya pernah berkasus dan pernah diberikan sanksi oleh BK DPD. Seperti mendapat sanksi diberhentikan dari alat kelengkapan DPD.
"Sehingga ini perlu ditindak agar tidak terulang kembali," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, anggota DPD asal Bali ini menolak kedatangan Ustad Abdul Somad yang akan melakukan safari dakwah di Pulau Dewata tersebut 8-10 Desember. Dalam akun Facebook-nya, Arya menuding Ustad Abdul Somad adalah anti-Pancasila.
“Siapa pun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapa pun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda antiPancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fan page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12).
Arya menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya. Ia menyertakan screenshoot unggahan Instagram @creme_de_violette yang berjudul “Jangan biarkan mereka meracuni Bali Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua," katanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
