Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2017 | 21.02 WIB

Tunjuk Aziz Syamsuddin, Novanto Punya Motif Jahat Soal e-KTP

Setya Novanto - Image

Setya Novanto

JawaPos.com - Surat penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR dinilai sebagai upaya Setya Novanto mempertahankan kekuasaan untuk melindungi dirinya dari jeratan hukum e-KTP. Hal tersebut disampaikan pengamat politik dari Charta Politica Yunarto Wijaya.


"Oleh sebab itu, jika ingin dipercaya rakyat, DPP Partai Golkar harus berupaya melawan jejak-jejak Novanto di DPR dan internal Golkar," ujar Yunarto saat dihubungi, Senin (11/12).


Yunarto menyarankan, dalam rapat peripurna penutupan masa sidang hari ini, pimpinan DPR cukup membacakan surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Hal itu sambil menunggu Munaslub Golkar yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat.


"Pimpinan DPR bisa menunjuk pelaksana tugas Ketua DPR seperti saat muncul kasus Papa Minta Saham. Ini sambil menunggu pemilihan ketum Golkar yang baru," katanya.


Menurutnya, tidak etis jika DPR menerima surat seorang terdakwa kasus korupsi untuk menunjuk pergantian dirinya sebagai ketua Ketua DPR. Sebab, DPR sebagai lembaga terhormat yang bukan merupakan milik pribadi atau golongan tertentu saja.


Yunarto mengatakan, penunjukan Azis Syamsudin sebagai Ketua DPR oleh Novanto memperlihatkan bahwa Gollkar dan DPR miliknya Novanto. Dalam penunjukan Ketua DPR, kata dia, seharusnya DPP Partai Golkar merapatkannya secara kolektif kolegial.‎


"Bagaimana mungkin Ketua lembaga tinggi negara sekelas DPR ditunjuk oleh orang yang berada dalam penjara. Ini sangat tidak etis," katanya.

Fraksi-fraksi lainnya di DPR juga harus berupaya menolak surat Novanto tersebut. Sebab, bila hal itu tak dianulir maka kredibilitas lembaga DPR akan semakin terdegradasi.


"Dari sisi DPR ini tantangan, Kalau DPR meloloskan ini maka sama saja mempertontonkan yang salah. DPR sekarang ini sudah ada pada titik nadir. DPR tak boleh dikuasai orang tertentu," katanya.


Sementara dari sisi partai, Golkar harus berupaya membuang imit bahwa partai itu dikuasai seseorang. Momen Munaslub harus sebagai wadah memperbaiki citra Golkar di mata publik.‎

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore