
Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq
JawaPos.com - Isu pergantian kabinet Jokowi-JK kembali berhembus dan menjadi pembicaraan santer dikalangan para elite politik. Hal ini seiring kabar bakal mundurnya dua menteri yakni, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Khofifah diketahui akan maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, sementara itu Airlangga akan maju sebagai calon ketua umum Golkar di Munaslub.
Namun Presiden Jokowi belum memberikan sinyal kuat kapan reshuflle jilid III itu akan diumumkan. Begitupun dengan siapa kira-kira pengganti dua menteri itu jika sampai betul mundur dari kabinet.
Sebelumya Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi menegaskan bahwa reshuffle hak prerogatif Presiden dan jika sampai ada pergantian, maka hal itu selalu berdasar pada evaluasi yang dilakukan.
Selain itu, lanjut Johan, Jokowi juga tidak melihat umur masa jabatan pemerintahan untuk mengganti menterinya.
"Kalau lihat dari pengalaman, Presiden juga tidak melihat apakah masa kerja kabinet ini tinggal dua tahun atau tiga tahun. Tidak memberatkan itu untuk reshuffle. Tapi tidak harus reshuffle juga," kata Johan.
"Jadi mari kita menunggu saja. Kita kembalikan ke hak prerogatif Presiden. Saya tidak bisa mendahului apa yang tidak bisa didahului.”
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq menegaskan, pihaknya mendukung penuh keputusan Presiden sebagai unsur Partai pendukung pemerintah.
“Partai Perindo berada di garis terdepan bersama partai-partai pendukung pemerintah lainya. Dengan begitu, terkait dengan isu reshuffle kabinet kita serahkan 100 persen kepada Presiden,” papar Ahmad Rofiq pada JawaPos.com, Rabu (6/12).
Ketika disinggung pertanyaan oleh awak media, apakah Partai Perindo sebagai partai pendukung pemerintah akan merekomendasikan nama menteri di dalam kabinet. Rofiq menyatakan, partainya tidak memiliki agenda untuk meminta-minta posisi menteri.
“Apapun yang menjadi keputusan Presiden Jokowi, harus dibaca dalam kerangka penugasan. Bukan bagi-bagi jabatan,” paparnya.
Hanya saja, Rofiq memberikan catatan kritis kepada pola komunikasi Kantor Staf Presiden (KSP) yang selama ini mengemban tugas sebagai penyampai pesan pemerintah kepada multielemen bangsa.
“Saya melihat KSP kehilangan roh dan marwahnya pasca ditinggalkan Pak Luhut Binsar Pandjaitan,” pungkas Rofiq.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
