
Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto yang juga merupakan Ketua DPR
JawaPos.com - Aksi pemecetan secara sepihak kembali terjadi di tubuh partai Golkar. Hal ini terkait dengan pemecatan kader muda Golkar Ahmad Doli Kurnia dari tubuh partai berlambang beringin.
Ketua Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar (PG) Yorrys Raweyai merasa pesimistis pada kondisi internal partainya saat ini.
Yorrys mengatakan, awalnya dirinya sangat yakin Golkar akan bangkit ketika musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pada 2016 telah melahirkan nakhoda baru. Dan komit untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Munaslub Golkar 2016 2016 juga mengasilkan kesepakatan politik, termasuk komitmen PG dalam upaya pemberantasan korupsi dan narkoba. Sebagai syarat utama yang akan menjamin terwujudnya visi 2045 Partai Golkar.
Tapi kini partai yang dipimpin Setya Novanto itu dirundung banyak masalah. Termasuk soal status Ketua Umunya yang menjadi tersangaka kasus korupsi e-KTP.
Tangan kanan Novanto juga mengalami kasus hukum serupa, seperti, Fahd Arafiq yang kini menjadi terdakwa korupsi proyek Alquran, atau Markus Nari yang menyandang status tersangka e-KTP.
Ada pula kader Golkar di daerah seperti Wali Kota Tegal Sita Masitha dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang ditangkap KPK karena suap. "Sulit untuk memungkiri, kenyataan ini begitu getir untuk dirasakan oleh seluruh komponen kepartaian," kata Yorrys, Minggu (2/9).
Yorrys juga tidak memungkiri jika partainya secara perlahan mengalami penurunan elektabilitas dan makin jeblok. Kondisi ini tentu membahayakan saat pemilu 2019 nanti. “Ibarat ungkapan pepatah, tidak mungkin ada asap tanpa ada api," ujarnya.
Karena itu Yorrys mempertanyakan sikap elite politik Golkar saat ini. Sebab, para elitenya seolah menutup mata. "Saya mengurut dada, namun inilah kenyataan yang dihadapi oleh Partai Golkar," katanya.
Bahkan, lanjut Yorrys, elite Golkar bertindak sewenang-wenang terhadap kader yang bersuara kritis merespons kondisi terkini.
“Masa lalu telah mewariskan sejarah bahwa pemecatan tidak pernah membuat partai ini berjaya. Sejak era kepemimpinan Akbar Tanjung dan Aburizal Bakri, aksi pemecatan justru membuat PG makin terpuruk,” paparnya.
Perilaku tersebut menunjukkan PG kembali mempraktikkan tabiat masa lalunya yang sebenarnya sudah usang di era politik modern.
"Atas dasar itu, dengan kondisi dan situasi internal politik saat ini, rasa-rasanya kejayaan Partai Golkar hanya menyisakan harapan yang jauh dari kenyataan," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
