
Wakil Ketua MPR Mahyudin
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR Mahyudin menyarankan ormas Islam tidak menggelar aksi pada 11 Februari mendatang. Sebab, situasinya jelang masa tenang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.
Pihak Kepolisian pun nyatanya sudah memberi imbauan agar aksi jalan sehat berbalut pawai itu tidak diadakan. "Karena kita kan ingin memasuki masa tenang, pencoblosan tanggal 15. Yasudah lah tidak usah, untuk apa gitu loh," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2).
Apalagi, kata Mahyudin, aksi itu berpotensi menimbulkan kegaduhan. "Kita tidak menuduh seperti itu, tapi potensi untuk itu ada," sambungnya.
Tentu, MPR menginginkan situasi damai jelang Pilkada. Khususnya di DKI Jakarta. Untuk itu, jika tidak ada yang urgent atau mendesak, lebih baik niat menggelar aksi tersebut diurungkan.
Jika ingin menggelar aksi, menurut politikus Partai Golkar itu, bisa dilakukan ketika Pilkada usai. "Jadi jangan sampai dugaan orang nuansa politiknya terlalu kental. Kalau MPR sebaiknya itu tidak usah ada," pungkas dia. (dna/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
