
Award yang diberikan PSI dibuang ke tempat sampah
JawaPos.com - Partai Demokrat langsung membuang ke tempat sampah award yang diberikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap kolegannya Andi Arief. Adapun Andi Arief diberikan kebohongan dengan kategori hoaks terhalusinasi. Karena menyebut ada tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.
Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, dirinya yang membuang award dan piagam yang diberikan koleganya itu. Alasannya karena itu penghargaan itu adalah sampah.
"Karena itu kami anggap award bohong-bohongan dan sampah," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Jumat (4/1).
Menurut Ferdinand, PSI telah menabrak fatsun dan kepatutan dalam adab berpolitik sesama partai. PSI tidak punya adab politik. Bahkan bisa dibilang adab politiknya nol besar. Karena mereka menggunakan lambang partai dengan memberikan award.
"Mereka miliki kapasitasnya untuk mengeluarkan award, sehingga apa yang mereka lakukan itu sudah menabrak fatsun dan adab berpolitik," katanya.
Apa yang dilakukan PSI tersebut melampaui kapasitas sebagai partai. Karena namanya award itu harus jelas kriterianya, metodologinya, penjuriannya, dan siapa saja yang diikutkan di dalam award tersebut.
"Ini PSI telah menyebut award menunjuk tiga orang itu sebagai penerima, tanpa jelas metodologi, penjurian dan kriterianya. Sehingga award ini ada award bohong-bohongan yang telah menuduh orang lain sebagai pembohong," ungkapnya.
Menurut Ferdinand, award ini bentuk pidana pencemaran nama baik dan fitnah. Ini juga masuk dalam UU ITE karena media sosial PSI menyiarkannya di twitternya. Sehingga ini patut dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tapi apakah Demokrat akan ambil langkah hukum iti tergantung Andi Arief. Karena korbannya adalah Andi Arief. Kalau koleganya siap menyatakan dilaporkan ke kepolisian. Maka Partai Demokrat akan memfasilitasinya.
"Karena korbannya Andi maka tidak mungkin kami laporkan. Jadi kami akan koordinasi dengan Andi Arief untuk memutuskan apakah melaporkan mereka atau tidak," pungkasnya.
Sebelumnya, PSI memberikan piala dan juga piagam kepada tiga tokoh, yakni Capres nomor urut 01 Prabowo Subianto, Cawapres Sandiaga Uno, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.
Ketua DPP PSI, Tsamara Amany mengatakan ada tiga kebohongan yang diberikan ke tokoh-tokoh tersebut. Pertama adalah kebohongan terlebay diberikan kepada capres nomor urut 01 Prabowo Subianto.
"Kebohongan terlebay, adalah selang cuci darah dipakai 40 kali, dan RSCM sudah membantah dipakai hanya sekali kali," ungkap Tsamara.
Kedua adalah kobohongan yang hakiki diberikan kepada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Karena mengatakan proyek pengerjaan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Padahal kenyataanya dia meminjam dari bank.
Kemudian ketiga adalah, kebohongan terhalusinasi yang diberikan kepada Andi Arief. Karena menyebut adanya tujuh kontainer yang berisi surat suara sudah tercoblos. Seharusnya dia bisa membuktikan adanya kebohongan soal surat suara tercoblos ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
