Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Januari 2019 | 03.29 WIB

Bara JP Sindir Anak Buah SBY, Pedas Banget

Petugas KPU saat sedang melakukan validasi nama-nama caleg di kertas surat suara yang akan dicetak untuk pemilihan legislatif 2019. - Image

Petugas KPU saat sedang melakukan validasi nama-nama caleg di kertas surat suara yang akan dicetak untuk pemilihan legislatif 2019.


JawaPos.com - Kabar hoax yang menyebutkan ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, menuai soroatan dan kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya Pengurus Pusat Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).


Karena itu, pentolan Bara JP, Viktor S Sirait meminta pihak kepolisian segera menangkap penyebar kabar bohong yang bisa mengganggu jalannya tahapan pemilu 2019 itu. Menurutnya, kabar bohong seperti itu sudah masuk dalam tindak pidana dan mengganggu proses demokrasi dan bahkan bisa menimbulkan perpecahan.


"Ini sudah sangat meresahkan dan kami dari Bara JP berharap kepolisian segera menuntaskan kabar bohong itu. Agar tidak mengganggu proses pileg dan pilpres yang sudah semakin dekat, tangkap dan adili," ujar Viktor melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.


Viktor juga menuturkan, kabar bohong ini masuk kategori fitnah yang mencoba mendelegitimasi pemerintahan Presiden Jokowi dan juga tentu saja penyelenggara pemilu terutama KPU.


"Bagaimana mungkin ada surat suara 7 kontainer yang sudah dicoblos sementara KPU sendiri belum mencetak surat suara? Ini fitnah yang keji, seakan-akan Jokowi menghalalkan segala cara untuk menang," katanya.


Lebih lanjut, Viktor juga meminta, para tim sukses pasangan capres-cawapres untuk menggunakan cara-cara beradab dalam proses demokrasi di Indonesia. Bahkan, ia menyindir pernyataan politisi Partai Demokrat Andi Arief yang memposting kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.


"Seharusnya Andi Arief  konfirmasi dulu sebelum memberikan pernyataan lewat media sosial karena postingan para politisi sering dipakai masyarakat sebagai kebenaran. Cek dulu benar atau tidak, jangan malah seakan-akan seperti mempertanyakan, padahal maksudnya adalah menyebarluaskan," ucapnya.


"Ingat kabar bohong dan fitnah seperti itu bisa menimbulkan pikiran negatif di tengah masyarakat. Seakan-akan ada kecurangan. Berpolitiklah secara dewasa dan fair," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore