
Ketua MA Hatta Ali saat melantik Ketua DPR Bambang Soesatyo Senin (15/01)
JawaPos.com - Paripurna DPR resmi melantik Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR baru menggantikan Setya Novanto, yang mengundurkan diri karena tersangkut kasus dugaan korupsi e-KTP.
Sebelum pelantikan dan pembacaan sumpah jabatan itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto,yang juga ketua sidang, awalnya menanyakan kepada seluruh anggota dewan apakah disetujui pelantikan Bambang Soesatyo menggantikan Setya Novanto, sebagai Ketua DPR.
"Apakah pengganti Ketua DPR RI dari Saudara Setya Novanto kepada saudara Bambang Soesatyo dapat disetujui," tanya Agus saat memimpin sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/1).
"Setuju," ungkap kompak seluruh anggota DPR.
Namun demikian, saat semua anggota DPR kompak memberikan setuju, tiba-tiba aat ada satu Wakil Ketua Komisi V DPR Michael Wattimena menyatakan interupsi. Dia menginginkan, apabila Bambang Soesatyo resmi dilantik, maka harus meneruskan program-program yang selama ini dijalankan Setya Novanto.
"Mohon Ketua DPR yang sebelumnya jangan dipangkas lagi, kalau bisa ditingkatkan itu saja karena pengalaman kami, ada hak-hak kami yang dipangkas dan mengurangi kinerja dari kami," kata Wattimena.
Setelah itu acara selanjutnya pun dilakukan. Pembacaan sumpah dan pelantikan langsung dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali.
"Sumpah ini adalah janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan manusia dan segala kejujurannya," tutur Hatta Ali.
Namun, saat pembacaan sumpah jabatan tersebut, Bambang Soesatyo harus mengucapkannya selama tiga kali. Karena ada beberapa kalimat yang tidak diucapkan.
Berikut ini isi sumpah jabatan Bambang Soesatyo menjadi ketua DPR.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya, akan memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945".
"Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dari kepentingan pribadi, seseorang dan golongan".
"Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakilkan untuk mewujudkan tujuan nasional, demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
