Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - PDI Perjuangan secara resmi merilis 21 poin Rekomendasi Eksternal dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP tahun 2026 yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin (12/1). Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan alasan partainya menunjuk Jamaluddin Idham untuk membacakan rekomendasi eksternal, karena merupakan Ketua DPD termuda, terlebih wilayahnya saat ini sedang terdampak bencana.
Hasto memastikan, hasil Rakernas I PDIP akan dikomunikasikan dengan fraksi-fraksi yang di DPR. Ia berharap, ada satu kesepahaman dalam membangun bangsa.
"Jadi kami bersama-sama mengkomunikasikan, termasuk hasil Rakernas ini juga dengan fraksi-fraksi lain, dengan sesama kader partai lain. Sehingga akan tercapai suatu kesepahaman," kata Hasto usai Rakernas.
Mengusung tema “Satyam Eva Jayate: Di sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya”, rekomendasi ini ditegaskan sebagai kompas politik partai dalam menyikapi dinamika nasional dan global, sekaligus mempertegas posisi PDIP sebagai partai yang berlandaskan ideologi Pancasila dan keberpihakan pada rakyat.
"Jadi dalam Rakernas ini, kami juga memberikan solusi. Tim steering committee menyusun segala sesuatunya itu berdasarkan sidang-sidang komisi," tegas Hasto.
Berikut 21 poin Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDIP Tahun 2026:
1. Memperkokoh kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian budaya dengan menolak dominasi asing serta memastikan seluruh kebijakan negara berpijak pada Pancasila dan UUD 1945.
2. Mendesak pemerintah menolak segala bentuk intervensi asing dan pelanggaran kedaulatan negara, sejalan dengan semangat anti-penjajahan dalam Pembukaan UUD 1945.
3. Menegaskan pentingnya peningkatan kualitas demokrasi melalui checks and balances, penguatan partai politik, masyarakat sipil, kebebasan pers, dan perlindungan hak warga negara.
4. Menempatkan PDIP sebagai partai penyeimbang pemerintah demi terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.
5. Mendorong pencegahan bencana ekologis melalui kebijakan tata ruang, penghentian deforestasi, penegakan hukum lingkungan, dan pemulihan ekosistem.
6. Mendesak perbaikan manajemen penanggulangan bencana dari mitigasi hingga pascabencana sebagai wujud kehadiran negara.
7. Merekomendasikan percepatan transisi energi terbarukan dan pelaksanaan komitmen Net Zero Emission untuk menghadapi krisis iklim global.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
