Pandji Pragiwaksono
JawaPos.com - Pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea menyita perhatian publik. Sejumlah pihak menilai laporan tersebut berpotensi mengancam kebebasan berekspresi dalam ruang demokrasi.
Anggota DPR RI, Charles Honoris, mengomentari pelaporan terhadap Pandji.
Menurutnya, persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan sosok Pandji atau pihak yang merasa tersinggung.
Ia menilai, substansi utama dari perkara ini adalah soal keberlangsungan demokrasi dan ruang bagi suara kritis di Indonesia.
“Kasus Pandji bukan soal siapa yang tersinggung. vIni soal apakah suara kritis masih punya tempat dalam demokrasi kita,” kata Charles kepada wartawan, Jumat (9/1).
Ia mengingatkan, ketika ekspresi kritik melalui komedi mulai dipersoalkan secara hukum, maka ruang publik berpotensi mengalami penyempitan.
“Ketika komedi bisa dipersoalkan, maka kritik akan makin sunyi. Dan ruang publik perlahan berubah menjadi ruang tunduk,” tegasnya.
Charles menilai materi Mens Rea memang menyinggung kondisi politik terkini di Indonesia. Namun, rasa tidak nyaman terhadap kritik, tidak seharusnya berujung pada pemidanaan karena dapat membahayakan kebebasan berpikir.
“Kita tidak sedang membela satu orang. Kita sedang membela hak publik untuk berpikir dan bersuara,” ungkapnya.
Ia menegaskan, apabila praktik pelaporan terhadap kritik terus berlangsung, maka akan muncul rasa takut di tengah masyarakat yang justru menghambat tumbuhnya demokrasi.
“Demokrasi tidak tumbuh dari ketakutan.
Ia tumbuh dari keberanian untuk berbeda pendapat dan kesediaan untuk mendengar,” ujarnya.
Charles pun mengingatkan bahwa kriminalisasi kritik tidak hanya berpotensi menimpa komedian, tetapi juga kelompok lain di ruang publik.
“Hari ini komedian, besok bisa aktivis, urnalis, dosen,” pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
