
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi pengungsian di Sumatera Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan akan melakukan pemulihan pasca bencana melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan maksimal. Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra dan jajaran Kabinet Indonesia Maju juga telah mendatangi langsung Sumbar untuk meninjau proses pemulihan.
Presiden dan jajaran kabinet menargetkan penanggulangan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Sehingga, aktivitas masyarakat bisa segera kembali seperti semula.
Usai tiba di Padang, Sumatera Barat pada Rabu (17/12), Prabowo langsung memimpin rapat terbatas (ratas) secara tertutup di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Sumatera Barat. Rapat tersebut membahas evaluasi penanganan bencana serta percepatan pemulihan hunian dan infrastruktur di wilayah terdampak.
Rapat terbatas dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M. Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono.
Prabowo sendiri tercatat dalam dua minggu terakhir sudah mendatangi dua lokasi bencana. Untuk kali ini, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengunjungi tiga kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Pada Kamis, 18 Desember 2025, Presiden meninjau Posko Pengungsi SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, untuk memastikan kondisi pengungsi serta progres penanganan di lapangan. Tercatat terdapat 271 jiwa dari 85 kepala keluarga yang masih berada di pengungsian.
Dalam peninjauan tersebut, Prabowo menerima laporan rinci dari pemerintah daerah mengenai kerusakan infrastruktur lainnya. Seperti kerusakan bendungan dan area persawahan warga. Dia menjanjikan akan memperbaiki kerusakan ini.
“Kita perbaiki sawahnya ya, irigasinya,” ujar Prabowo.
Presiden juga meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) yang telah mulai dilaksanakan. Pemerintah merencanakan pembangunan 100 unit huntara di sekitar lokasi terdampak sebagai solusi jangka pendek, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap (huntap) pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Di sana Prabowo juga menekankan agar jembatan Bailet di Padang Mantuang, Kabupaten Padang Pariaman dibangun secara cepat. Dengan jembatan ini, pemulihan konektivitas wilayah bisa dilakukan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
