Presiden ke-6 Indonesia SBY menyampaikan pandangannya terkait Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global di Jakarta pada Senin (3/11). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhyono (SBY) hadir dalam forum bertajuk Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global yang diselenggarakan oleh Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di Jakarta pada Senin (3/11). Dalam kesempatan tersebut, SBY turut menyinggung soal kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga.
Menurut SBY, tensi geopolitik global saat ini bisa berujung konflik besar apabila terus meninggi dan muncul pemantik. Dia menilai ada tiga spot yang kini bisa memicu terjadinya perang dunia ketiga. Yakni Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah (Timteng). Selain itu, Donald Trump, Vladimir Putin, dan Xi Jinping sebagai pimpinan negara-negara besar juga bisa menjadi penentu terjadinya perang dunia ketiga.
”Jangan dikira tidak akan terjadi (perang dunia ketiga). Saya tidak mengatakan akan terjadi, bisa terjadi perang dunia ketiga,” kata dia saat menyampaikan pandangannya.
Tokoh nasional berlatar belakang militer itu menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Rusia adalah tiga kutub kekuatan yang memiliki pengaruh besar terhadap geopolitik dunia. Bukan hanya pada aspek militer dan pertahanan, kekuatan ekonomi dan perdagangan ketiga negara tersebut juga bisa berpengaruh besar terhadap negara-negara lain di seluruh dunia.
”Ketika ada geger perang tarif, perang dagang, China masuk. Jadi, sebetulnya kompetisi dan kualitas untuk menjadi pemimpin global antara Amerika Serikat dan China tidak akan berhenti. Rusia juga memiliki supremasi kejayaan masa lampau. Di bawah Putin yang sekarang itu juga memiliki ambisi, anggaplah ambisi yang positif untuk bangsa dan negaranya,” terang SBY.
Belum lama, lanjut dia, muncul kabar uji coba kekuatan nuklir Rusia. Meski belum pasti itu benar dilakukan atau hanya sebatas propaganda, namun informasi tersebut menegaskan kekuatan Rusia yang tidak boleh diremehkan. Untuk itu, SBY menekankan bahwa beberapa spot yang saat ini berpotensi memantik perang dunia ketiga harus diwaspadai.
”Jadi bagi saya, tanpa melebih-lebihkan, tensi yang menurut saya sangat berbahaya. Agar semuanya tahu, beban moral semua pemimpin dunia untuk mencegah hal itu terjadi,” ujarnya.
SBY mengungkapkan bahwa, Donald Trump yang belum lama ini menjadi penengah dalam konflik antara Thailand dengan Kamboja mestinya mengambil posisi yang lebih besar. Yakni pada level dunia. Dia menyatakan bahwa Trump mestinya menjadi penengah untuk mencegah terjadinya perang dunia ketiga. Sementara urusan antara Kamboja dengan Thailand bisa diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin ASEAN.
”Kalau saya, Trump itu lebih bagus menjadi sebagai peacemaker-nya mencegah perang dunia ketiga, mencegah membaranya mandala konflik di Asia, di Eropa, dan di Timur Tengah, level beliau di situ. Nah yang seperti itu (konflik Kamboja dengan Thailand) diserahkan sama ASEAN,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Purnomo Yusgiantoro yang kini bertugas sebagai penasihat presiden bidang energi dan pernah bertugas sebagai menteri pertahanan (menhan) menyampaikan, PYC sengaja menghadirkan forum dialog bertema keamanan nasional karena kondisi dan situasi dunia saat ini memang harus disikapi dengan tepat.
”Karena kita melihat tadi yang disampaikan Pak SBY, bahwa dinamika global itu sekarang begitu dinamis sekali dan perubahannya terjadi. Jadi, itu tadi disampaikan ada tiga pihak yang kuat di dalam dinamika global. Yaitu Putin, Xi Jinping, Trump,” imbuhnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
