Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 September 2018 | 17.29 WIB

Keluar Dari Program PKH Kemensos, Sekar Diganjar Penghargaan

Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar bersama Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung saat memberikan penghargaan pada Ni Balik Sekar karena mandiri dari program PKH. - Image

Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar bersama Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung saat memberikan penghargaan pada Ni Balik Sekar karena mandiri dari program PKH.


JawaPos.com - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang digarap oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sudah banyak yang menyatakan keluar dari kepesertaan program tersebut.


Salah satu peserta program pengentasan kemiskinan yang sudah menyatakan keluar itu adalah, Ni Balik Sekar. Perempuan berusia 40 tahu itu pun diganjar di penghargaan karena telah mandiri secara ekonomi. 


Penghargaan itu diserahkan Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar bersama Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung yang hadir mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.


Pemberian penghargaan itu dilakukan dibarengi dengan acara penyaluran bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra) di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, (14/9). 


Ibu dua anak yang tinggal di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh ini mengisahkan ia menerima bansos sejak tahun 2016 dan mengaku lega telah 'lulus' menjadi mandiri dari kepesertaan PKH sejak Februari 2018.  


"Uang PKH dimanfaatkan untuk biaya sekolah anak saya yang SMA. Sementara untuk modal usaha saya pinjam ke koperasi untuk beli dua mesin jahit. Berdua dengan anak saya, kami membuka pesanan kebaya," kata Ni Balik sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.


Sekar juga mengaku dirinya mengambil baju-baju dari usaha konvensi rumahan rekan-rekannya, untuk dijual ke berbagai toko dan pasar di Gianyar dan sekitarnya. 


"Sekarang saya lebih tenang karena usaha sudah berjalan baik dan sudah lepas dari penerima PKH," katanya. 


Dirjen PFM Andi ZA Dukung mengatakan, Ibu Sekar adalah penerima manfaat PKH yang pertama di Kabupaten Gianyar yang telah dinyatakan graduasi mandiri. 


"Ia dengan kesadaran sendiri menyatakan keluar dari kepesertaan PKH karena telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan status kondisi sosial ekonomi," katanya.  


Diketahui, Pemerintahan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, terus berupaya menurunkan kemiskinan melalui berbagai langkah. Salah programnya adalah mengurangi beban pengeluaran masyrakat melalui PKH, Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat. 


Kedua, program yang diarahkan menambah penghasilan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) , dana Desa, KUR dan Pemberdayaan Lintas Sektor dan lain sebagainya


Ketiga, program strategis yang diproyeksikan memobilisasi rakyat melalui pembangunan infrastruktur, tol laut, bandara dan lain sebagainya.


"Untuk Rastra pada tahun 2019 diharapkan sudah bertransformasi ke BPNT. Jadi sudah tidak terima beras lagi, tapi uang ditranser ke rekening penerima manfaat untuk dibelanjakan beras dan telur," terang Andi. 


Jumlah penerima manfaat PKH di Kabupaten Gianyar sampai tahun 2018 sebanyak 10.989 KPM dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera 19.309 keluarga. Bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial RI kepada Kabupaten Gianyar tahun 2018 sebesar Rp 44.967.270.000.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore