
Politikus PDI Perjuangan Effendy Simbolon hadir dalam pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan calon gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com - PDI Perjuangan mengungkap alasan pemecatan Effendi Simbolon dari keanggotan partai. Komunikasi intens Effendi Simbolon dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), jadi alasan pemecatan tersebut.
Juru bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro menyatakan bahwa komunikasi yang dilakukan Effendi Simbolon dengan Jokowi beda persoalan. Ia menekankan, setiap komunikasi yang dilakukan kader partai harus berlandaskan nilai-nilai dan etika.
"Pak Effendi Simbolon ini bertemu dan berkomunikasi dengan Pak Jokowi ini beda persoalan. Kalau dengan yang lain-lain tokoh politik yang lain tapi ini bertemu dengan Pak Jokowi sebelum kemudian mengambil suatu langkah politik yang berbeda dengan rekomendasi partai," kata Seno di kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (1/12).
Ia mengungkapkan, berbagai kritik hingga dosa yang dialamatkan kepada Jokowi lantaran mengganggu marwah demokrasi.
"Bicara tentang Pak Jokowi maka berbagai persoalan dan dosa-dosa politik yang terjadi selama setidaknya beberapa waktu terakhir ini, itu yang mendapatkan berbagai macam kecaman, kritik dan berbagai perbicangan yang begitu luas di antara anak-anak muda tentang masa depan politik kita, peradaban politik kita yang diganggu sendi-sendinya oleh Pak Jokowi," ucap Seno.
Oleh karena itu, Seno menegaskan PDIP tidak bisa berkompromi atas sikap Effendi Simbolon yang melakukan kongkalingkong dengan Jokowi.
"Maka pada saat Pak Effendi Simbolon melakukan suatu langkah politik yang berkongkalikong, komunikasi dengan Pak Jokowi ini suatu hal yang tentu saja tidak bisa dikompromi, tidak bisa ditoleransi oleh partai maka dilakukan suatu langkah tegas dari PDIP sebagaimana selama ini langkah tegas selalu dilakukan," ujar Seno.
Lebih lanjut, Seno menekankan jika membuka komunikasi dengan tokoh lainnya merupakan suatu kewajaran. Namun, membuka komunikasi dengan Jokowi suatu yang tidak bisa ditolelir.
"Kalau dengan yang lain-lain tentu partai masih kemudian akan melakukan suatu proses mediasi. Tetapi kalau bicaranya ini hari ini dengan Pak Jokowi, maka prinsipnya tegas ini yang diambil oleh partai," tegas Seno.
Sebelumnya, sebuah surat berkop PDI Perjuangan menyatakan pemberhentian terhadap kadernya, Effendi Muara Sakti Simbolon. Surat tersebut ditandatangani pada 28 November 2024 di Jakarta oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa Effendi Simbolon telah melanggar kode etik dan AD/ART partai.
“Melanggar kode etik, disiplin dan AD/ART partai,” ucap Djarot, Sabtu (29/11).

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
