
Ketua Umum PPP Romahurmuziy
JawaPos.com - Kontroversi puisi konde Sukmawati terus berlanjut. Kali ini giliran Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyesalkan larik dalam bait puisi yang berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri.
"Kami menyesalkan puisi yang dibacakan Ibu Sukmawati. Puisi itu memancing kembali isu SARA," ujar Romahurmuziy saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/4).
Romahurmuziy berharap kepada siapa pun yang tidak mengerti tentang syariat Islam, tidak usah membandingkan keislaman dengan yang lainnya. Apalagi di puisi yang dibacakan Sukmawati membandingkan konde dengan cadar, suara azan dengan kidung, dan ibadah dengan gerakan tarian.
"Bagaimana orang yang tidak mengerti tentang syariat Islam tapi membandingkan hal yang dia tidak mengerti," katanya.
Anggota Komisi XI DPR itu menyarankan Sukmawati tidak perlu membanding-bandingan sesuatu hal dengan agama Islam. Karena Islam tidak bisa dibanding-bandingkan. "Agama tidak bisa diperbandingan dengan hal-hal yang sifatnya duniawi. Karena agama ini datangnya dari Tuhan," ungkapnya.
Dia memberikan catatan kepada tokoh masyarakat untuk tidak bermain-main dengan agama dan kesakralannya. Untuk itu, pria yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat cawapres itu mendesak Sukmawati untuk meminta maaf secara terbuka, sebelum suasana menjadi gaduh. Pasalnya hingga kini belum ada tuntutan besar dari masyarakat terhadap putri dari Bung Karno tersebut.
"Karena banyak ormas Islam bahkan NU yang selama ini organisasi Islam moderat di beberapa tempat sudah melaporkan ke kepolisian," pungkasnya.
Untuk diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi kontroversialnya saat acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Berikut puisi yang dibacakan:
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
