
Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono mengklarifikasi kesalahan informasi terkait program Makan Siang Gratis.
JawaPos.com - Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, menyanggah klaim bahwa Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran baru akan diterapkan pada tahun 2029. Dia menegaskan bahwa program tersebut akan segera diluncurkan setelah Prabowo dan Gibran dilantik jika mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
"Berdasarkan informasi yang disampaikan, klaim bahwa Program Makan Siang dan Susu Gratis akan diluncurkan pada tahun 2029 adalah tidak benar. Ini adalah salah satu program utama Prabowo-Gibran dan akan dijalankan segera setelah Pak Prabowo dan Mas Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden," ujar Budisatrio di akun Instagram @prabowo.gibran2, dikutip Sabtu (17/2).
Ia juga menambahkan bahwa pernyataannya pada awal Desember telah dipotong dan dihilangkan konteksnya, menciptakan kesan bahwa ia mengatakan bahwa Program Makan Siang dan Susu Gratis baru akan diterapkan pada tahun 2029. Namun, kenyataannya adalah bahwa Program Makan Siang Gratis akan mencapai target maksimalnya, yaitu menjangkau 82,9 juta anak pada tahun 2029.
Budisatrio menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prioritas.
"Ada penyebaran informasi yang salah mengenai proses ini. Yang benar adalah program tersebut akan dimulai sejak awal Prabowo-Gibran dilantik, namun akan dilakukan secara bertahap dan dengan skala prioritas. Artinya, tidak semua 82,9 juta anak akan langsung mendapatkan program tersebut pada tahun 2025. Daerah yang paling membutuhkan akan menjadi prioritas pada tahun pertama," jelasnya.
"Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, seperti 2026, 2027, dan seterusnya, jumlah penerima program akan terus ditambah. Hingga akhirnya, pada tahun 2029, target maksimal 82,9 juta anak akan menerima Program Makan Siang dan Susu Gratis. Namun, informasi tersebut tidak dimuat dalam pernyataan saya yang telah dipotong," tambahnya.
Mengenai isu yang mencuat, Budisatrio menilai bahwa isu tersebut sengaja muncul pada masa tenang meskipun pernyataannya sudah disampaikan sejak bulan Desember.
"Kami menduga bahwa ini adalah bagian dari upaya penyebaran informasi yang salah selama masa tenang kampanye sebelumnya. Padahal, pernyataan saya telah disampaikan pada tanggal 4 Desember. Namun, isu tersebut kembali muncul pada tanggal 13 Februari, lebih dari dua bulan kemudian," jelasnya.
"Meskipun TKN tidak memberikan respons selama masa tenang karena menghargai aturan tersebut, namun karena isu tersebut masih beredar, kami memutuskan untuk melakukan klarifikasi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
