JawaPos.com - Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto melakukan ziarah ke makam ulama Ali bin Abdurrahman Alhabsyi alias Habib Kwitang. Kunjungan ini dilakukan dua hari setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024 berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count.
Prabowo datang memakai kemeja coklat muda lengkap dengan kopiah di kepala. Dia disambut oleh Habib Ali bin Abdurahman bin Muhammad bin Ali Alhabsyi, garis keturunan Habib Kwitang.
Prabowo turut didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Juru Bicaranya Dahnil Anzar Simanjuntak, dan beberapa orang lainnya.
Kedatangan Prabowo disambut meriah oleh warga Kwitang, Jakarta Pusat. Usai berziarah, Prabowo melalukan dialog dengan Habib Ali di di kediamannya, tak jauh dari lokasi makam.
Setelah pemilu 2024 selesai digelar, Prabowo memang rutin melakukan ziarah. Kemarin dia datang ke makam ayahnya Sumitro Djojohadikusumo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di TPU Karet Bivak sendiri selain makam Sumitro ada pusara leluhur Prabowo yakni Raden Wirodihardjo dan Raden Ayu Wirodihardjo.
Prabowo datang menggunakan kemeja coklat muda, dengan celana panjang hitam. Bagian kepalanya ditutupi oleh topi berwarna biru dongker. Dia didampingi putranya, Didiet Prabowo.
Sebelum ziarah ke makam ayahnya, Prabowo juga terlebih dahulu ziarah ke makam ibu, Dora Marie Sigar. Pusara Dora sendiri teletak di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Selesai dari makam kedua orang tuanya, Prabowo mendatangi kediaman Siti Hardjanti, istri almarhum Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar di kediamannya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (15/2). Dia mengunjungi rumah Wismoyo usai ziarah ke makam orangtuanya sehari setelah dinyatakan unggul dalam hitung cepat atau quick count pilpres.
Wismoyo diketahui pernah menjadi komandan Prabowo saat masih aktif sebagai prajurit TNI AD. Kehadiran Prabowo disambut Hardjanti yang didampingi sejumlah anggota keluarga, yang kompak mengenakan pakaian berwarna biru muda.
Begitu sampai, Prabowo langsung menghampiri Hardjanti untuk sungkem dan mencium tangannya. Hardjanti nampak terharu dan meneteskan air mata sembari menepuk-nepuk bahu Prabowo.
"Kemarin ke Istora, saya enggak bisa (hadir), karena kaki saya sakit," ujar Hardjanti ke Prabowo.
"Iya," ucap Prabowo sembari berjalan pelan di sebelah Hardjanti.
Ia lalu mengajak Prabowo berkeliling ruang utama rumahnya untuk melihat foto-foto Wismoyo di masa hidupnya.